Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Ekonom Minta Pemerintah Naikkan Dana PEN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom sekaligus Peneliti Institute for Development of Economics (Indef), Bhima Yudhistira, meminta kepada pemerintah untuk menaikkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secepatnya. Selain itu, Bhima juga meminta kepada pemerintah untuk mempercepat pencairan dana PEN untuk menopang penurunan pendapatan sektor yang berkaitan dengan mudik Lebaran 2021.

“Kalau sudah final mudik dilarang maka dana PEN harus naik secepatnya dan timing pencairan dipercepat untuk topang penurunan pendapatan di sektor yg berkaitan dengan mudik misalnya retail, transportasi, perhotelan, restoran dan pakaian jadi,” kata Bhima saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (26/3/2021).

Selain itu, dana PEN 2021 yang ditingkatkan tersebut bisa digunakan juga untuk menyelamatkan tenaga kerja. Karena pendapatannya menurun dampak dari larangan mudik Lebaran 2021.

“Tenaga kerja harus segera diselamatkan bukan dengan Kartu Prakerja ya tapi dengan bantuan tunai langsung. Ini mencegah kurva huruf K dimana ada sektor yang resesi nya makin dalam,” ujarnya.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang tidak konsisten mengenai mudik Lebaran 2021 tersebut secara otomatis mempengaruhi ekspektasi dunia usaha, khususnya sektor tertentu yang sebelumnya berharap ada kenaikan penjualan saat mudik diperbolehkan.

Misalnya otomotif sudah dapat diskon PPnBM. Lalu genjot produksi tiba tiba kebijakan berubah, maka rencana atau ekspektasi dunia usaha bisa buyar semua.

Sama halnya dengan pengusaha fashion, mereka sudah mempersiapkan stok bahan baku, dan sudah mendesain baju Lebaran. Namun karena mudik Lebaran 2021 dilarang maka mereka menanggung rugi.

“Nah kerugian itu kalau ditotal tentu besar sekali akibat ketidakpastian kebijakan. Jadi pertumbuhan kuartal yang bertepatan dengan lebaran sebelumnya mungkin bisa positif, tapi terpaksa proyeksinya diturunkan kembali,” ungkapnya.

Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Berlaku 6 hingga 17 Mei 2021

Kendaraan pemudik melintas di ruas jalan tol Batang - Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, kepolisian dan pengelola jalan tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang yang terpantau ramai lancar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Kendaraan pemudik melintas di ruas jalan tol Batang - Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, kepolisian dan pengelola jalan tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang yang terpantau ramai lancar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, pemerintah kembali melarang mudik Lebaran 2021. larangan ini juga dilakukan pada tahun lalu dengan alasan untuk mencegah naiknya angka positif Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, keputusan larangan mudik Lebaran 2021 dihasilkan dari rapat tiga menteri.

“Ditetapkan tahun 2021 mudik ditiadakan, berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, swasta maupun pekerja mandiri juga seluruh masyarakat,” kata Muhadjir dalam Konpers daring, Jumat (26/3/2021).

Larangan mudik Lebaran 2021 berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021. "Sebelum dan sesudah tanggal itu, diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang ke luar daerah kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu,” tambah Muhadjir.

Ia melanjutkan, pelarangan mudik Lebaran 2021 ini untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Sehingga vaksinasi bisa menghasilkan kesehatan maksimal. Aturan yang menunjang akan diatur Kementerian terkait,” ujarnya.

Ia juga memastikan akan ada pengawasan ketat mendekati hingga setelah hari raya untuk memastikan penerapan larangan tersebut “Pengawasan dari TNI, Polri, Menhub dan Pemda,” ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, cuti Lebaran satu hari tetap berlaku namun dengan catatan tidak ada aktivitas mudik.

“Cuti bersama Idul Fitri satu hari tetap ada, namun tidak boleh ada aktivitas mudik Lebaran. Lalu bansos akan disesuaikan waktunya. Mekanisme pergerakan orang dan barang akan diatur,” tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: