Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Menkes Budi: Sabar Dulu sampai Pandemi COVID-19 Terkontrol

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Soal larangan Mudik Lebaran 2021, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat bersabar sampai pandemi COVID-19 terkontrol.

Kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 dilakukan guna menekan laju penyebaran COVID-19. Dari pengalaman sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah kasus COVID-19, terutama setelah masa libur panjang, seperti Hari Raya Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru.

"Jadi, mudik sudah dilarang. Ya, pasti yang 'bocor' (diam-diam mudik) ada. Maka, tugas kita mensosialisasikan, bahwa ini (kasus COVID-19) di negara lain mulai naik. Kita sekarang lagi bagus-bagusnya turun," terang Budi dalam diskusi daring baru-baru ini, ditulis Senin, 29 Maret 2021.

"Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dan vaksinasi berjalan lancar. Jangan sampai kita merasa terlalu terburu-buru, tidak waspada, sehingga (kasus COVID-19) naik lagi. Apa yang sudah kita buat (lakukan), jadi enggak ada artinya."

Ketika kasus COVID-19 naik pasca libur panjang, menurut eks Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dapat membuat letih masyarakat. Kebijakan pembatasan mobilitas bisa saja semakin ketat.

"Begitu (kasus COVID-19) naik lagi, kita letih sekali, bolak-balik naik. Masyarakat juga letih. Terpaksa nanti akan ada pembatasan mobilitas yang lebih ketat lagi. Jadi, buat saya, lebih baik kita sabar dulu, tahan dulu (mudik), sampai benar-benar pandemi terkontrol. Kemudian secara bertahap meningkatkan mobilitas," imbuh Budi Gunadi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kemenkes Antisipasi 'Kebocoran' Penerapan Larangan Mudik Lebaran 2021

Calon penumpang seusai melakukan pembatalan tiket kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (24/4/2020). Terkait dengan larangan mudik 2020, PT Kereta Api Indonesia akan melayani pembatalan tiket kereta dengan pengembalian dana 100 persen bagi penumpang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Calon penumpang seusai melakukan pembatalan tiket kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (24/4/2020). Terkait dengan larangan mudik 2020, PT Kereta Api Indonesia akan melayani pembatalan tiket kereta dengan pengembalian dana 100 persen bagi penumpang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Persiapan Idulfitri 1442 Hijriah, Budi Gunadi Sadikin mengutarakan, setiap kali liburan selalu ada peningkatan kasus COVID-19 antara 30-50 persen, baik dari kasus terkonfirmasi positif maupun kasus aktif COVID-19.

Bahkan, dampak dari kenaikan kasus COVID-19 pada masa libur Natal dan Tahun Baru lalu, jumlah kasus aktif COVID-19 sampai saat ini masih meningkat walaupun ada penurunan sedikit.

Kasus aktif COVID-19 yang berada di angka 130.000 orang dengan 80 persen di antaranya tidak ke rumah sakit (RS) 20 persen ke rumah sakit, 5 persen masuk ruang ICU (Intensive Care Unit), dan sekitar 2 persen meninggal.

Persoalan lain kebutuhan rumah sakit dari 130.000 kasus aktif mencapai 26.000 atau sekitar 20 persen. Apabila jumlah kasus aktif meningkat lagi, maka dipastikan kebutuhan rumah sakit juga akan semakin banyak.

Melalui keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com, upaya mengantisipasi terjadinya 'kebocoran' terhadap penerapan larangan mudik, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan posko layanan kesehatan di jalur mudik.

"Selain memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat pelindung diri di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas layanan kesehatan, kami juga bekerja sama TNI/Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengamanan hingga tingkat RT/ RW," papar Menkes Budi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan larangan mudik Lebaran 2021, dari tanggal 6-17 Mei 2021.

Infografis Dilarang Mudik

Infografis Dilarang Mudik (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Dilarang Mudik (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: