Mudik Lebaran 2021 Tak Lagi Dilarang, Maskapai Penerbangan Semringah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah perusahaan maskapai penerbangan optimistis terjadi kenaikan volume angkutan penumpang pesawat saat mudik Lebaran 2021 nanti. Optimisme ini diberikan pasca Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengizinkan adanya kegiatan mudik Lebaran 2021.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya mendukung penuh inisiatif pemerintah yang tidak melarang kegiatan mudik Lebaran akibat pandemi Covid-19 seperti tahun sebelumnya.

Meski belum merinci secara angka terkait kenaikan jumlah penumpang, Irfan memprediksi itu akan membaik pada musim mudik tahun ini.

"Kita tentu support. Belum proyeksikan tapi mudah-mudahan akhir bulan ini bisa dapat proyeksi yang lebih baik," kata Irfan kepada Liputan6.com, Selasa (16/3/2021).

Kendati pemerintah tak melarang kegiatan mudik Lebaran, ia mengaku volume penumpang nantinya tetap belum kembali normal.

"Rasanya masih jauh dibandingkan dengan masa-masa sebelum pandemi," ujar Irfan.

Senada, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang mengaku volume angkutan penumpang maskapai akan meningkat saat mudik Lebaran 2021 ini.

"Lion Air Group optimis tren perjalanan udara akan tumbuh secara positif," ungkap Danang kepada Liputan6.com.

Sama seperti Garuda Indonesia, Lion Air pun disebutnya belum bisa memberikan keterangan mendetail seputar prediksi angka penumpang saat mudik Lebaran nantinya.

"Mengenai proyeksi, saat ini terus dilakukan pengkajian pasar. Karena perjalanan kebiasaan baru berbeda dengan era 2019 (sebelum pandemi)," tutur Danang.

Hore, Tahun Ini Boleh Mudik Lebaran

Kendaraan pemudik melintas di ruas jalan tol Batang - Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, kepolisian dan pengelola jalan tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang yang terpantau ramai lancar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Kendaraan pemudik melintas di ruas jalan tol Batang - Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, kepolisian dan pengelola jalan tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang yang terpantau ramai lancar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Meski demikian, tingkat penyebarannya mulai terkendali akibat masifnya program vaksinasi Covid-19. Atas dasar itu, pada tahun ini, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mudik Lebaran. Maklum, kurang dari satu bulan sudah memasuki bulan Ramadan.

"Untuk mudik 2021, pada prinsipnya pemerintah melalui Kemenhub tidak melarang. Kami akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas (Covid-19) bahwa mekanisme mudik itu kita atur bersama dengan pengetatan dan tracing terhadap mereka yang mudik," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (16/3/2021).

Menhub melanjutkan, menjelang mudik, dipastikan jumlah angkutan yang melintas mengalami lonjakan. Khusus untuk tahun ini, ada beberapa faktor yang mendasari prediksi tersebut.

Seperti, hadirnya vaksin yang meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk bepergian. Kemudian, tes GeNose yang dipasang di stasiun kereta api dengan harga murah juga membuat masyarakat ingin melakukan perjalanan jauh.

Selain itu, relaksasi pajak PPnBm 0 persen juga turut meningkatkan minat masyarakat untuk membeli mobil.

"Oleh karena itu protokol kesehatan harus terus ditegakkan. Kita juga antisipasi terhadap bencana alam dan kondisi cuaca," ujar Menhub.

"Kemenhub sebagai koordinator nasional angkutan mudik lebaran berharap, mudik akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, saya minta dukungan Bapak dan Ibu Komisi V agar mudik dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: