Mudik Lebaran Lancar, Pemerintah Minta Pertamina Tambah Titik-Titik Pengisian BBM

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengingatkan Pertamina, ketersediaan bahan bakar minyak di jalur mudik perlu diperhatikan. Misalnya, dengan menambah pos-pos pengisian bahan bakar.

Tujuannya, kata dia, agar bisa mengantisipasi adanya kendaraan yang membutuhkan bahan bakar di tengah perjalanan. Dengan demikian, bisa diartikan tak akan ada penumpukan di hanya satu stasiun pengisian BBM.

"Pertama dan utama (yang perlu dikoordinasikan) adalah tata kelola lalu lintas plus ketersediaan dan distribusi bahan bakar. Jadi ini dua persoalan yang harus dipadukan sehingga antara kelancaran jalur lalu lintas yang ada dan ketersediaan BBM ini betul-betul harmonis di lapangan tak hanya di atas meja saja," katanya dalam Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2022 di Bandung, Sabtu (23/4).

"Terutama memastikan bahwa wilayah-wilayah yang dimungkinkan terjadi penumpukan atau kekurangan BBM itu ditambah, baik SPBU mobile dan mini atau bentuk lainnya," imbuh dia.

Menko Muhadjir menyampaikan jika tata kelola lalu lintas dan ketersediaan pasokan BBM dan pos BBM itu dilakukan, maka kelancaran perjalanan bisa dicapai. Bahkan dia menyebut, akan mempercepat sekitar 70 persen jika terjadi hambatan.

Disamping itu, dia juga meminta masyarakat untuk menggunakan jalur-jalur alternatif yang telah disediakan. Misalnya jalur selatan yang bisa mulai dimanfaatkan oleh masyarakat yang menuju ke arah perbatasan Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

"Kalau kita dorong (lewat jalur alternatif) ini akan memudahkan (pengaturan) di jalur-jalur utama yang akan sangat membutuhkan rekayasa yang cermat," katanya.

Pastikan Ketersediaan Sembako

sembako
sembako.jpg

Selain dari BBM, Menko Muhadjir juga meminta pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di daerahnya. Ini juga sejalan dengan diperbolehkannya kendaraan logistik bahan pangan untuk melewati jalur utama.

Dia pun mengapresiasi jajaran kepolisian yang melakukan penindakan saat menemukan pelanggaran seperti penimbunan bahan pokok ini. ia menduga, masih ada oknum yang ingin mengambil keuntungan besar.

"Ini saya kira bagus (penindakan), karena dugaan saya, mudah-mudahan tidak benar, banyak pihak masih ingin ambil untung, ada pihak yang ingin mempersulit untuk mengambil untung yang sebanyak-banyaknya, seharusnya itu tak dilakukan, misalnya terhadap bahan pokok, BBM, dan minyak goreng yang sampai saat ini saya rasa belum selesai," paparnya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel