Mudik Lebaran Momentum Sektor Transportasi Pulih

Merdeka.com - Merdeka.com - Momentum lebaran tahun ini menjadi yang dinanti-nanti para pengusaha sektor jasa transportasi. Pencabutan larangan mudik diperkirakan akan membuat sektor ini kembali menggeliat setelah terpukul selama 2 tahun sejak terjadinya pandemi. Bahkan sudah mulai sejah beberapa waktu sebelum memasuki bulan Ramadan.

"Indikasi dampak lebaran sudah dirasakan adalah adanya pemulihan sektor transportasi yg sudah terlihat sebelum ramadhan," kata Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (27/4).

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, akan ada pergerakan manusia hingga 85,5 juta yang melakukan perjalanan selama musim libur lebaran. Sebagian besar akan menggunakan jalur darat, khususnya transportasi umum publik.

"Apalagi pada puncak mudik tahun ini diperkirakan sektor transportasi darat akan menjadi pilihan karena biaya lebih murah dibanding membawa kendaraan pribadi," kata dia.

Terlebih baru-baru ini ada kenaikan, ke harga BBM Pertamax dan langkanya Pertalite SPBU maupun di tingkat pedagang eceran. Sehingga demi menghemat dana, maka diputuskan menggunakan transportasi umum massal.

"Imbas naiknya BBM jenis pertamax, pemudik akan memilih transportasi umum," kata dia.

Dia menambahkan, jika dibanding kuartal ke II 2021, gabungan antara pelonggaran mobilitas dan naiknya THR akan mendorong pemulihan arus kas perusahaan transportasi. Di sisi lain penyaluran kredit modal kerja sektor transportasi pada Januari 2022 tumbuh 9,5 persen (yoy). Lebih tinggi dari Januari tahun sebelumnya yang hanya 5,9 persen (yoy).

Hal yang sama terjadi pada kredit investasi tumbuh 12,5 persen diperiode yang sama. Pelaku usaha disektor jasa transportasi khususnya darat mulai ekspansi kembali dengan menambah armada, atau menambah rute serta frekuensi baru.

"Ada juga yang kembali merekrut karyawan untuk persiapan arus mudik nanti," kata dia. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel