Mudik, Pulang Kampung, Kenapa Harus Dilarang?

Syahdan Nurdin, nurterbit
·Bacaan 2 menit

VIVA - Tahun ini (2021) kembali kita semua dilarang mudik. Sama dengan tahun kemarin (2020). Dengan alasan, menghindari makin meluasnya penyebaran virus pandemi Corona. Kalau pulang kampung sih masih dibolehkan.

Nah, bingung kan membedakan antara mudik dengan pulang kampung? Jadi kalau Anda bingung, tanya Pak Lurah deh wkwkwkwk...Atau putar lagi video wawancara Najwa Shihab dengan Presiden Joko Widodo di YouTube atau di Narasi.

Nah, bagi saya mudik atau pulang kampung, atau apa pun namanya, ya sama saja. Sama-sama pulang ke kampung. Udik itu juga artinya kampung kan? Kalau gak percaya, buka aja kamus. Atau colek Mbah Google

Orang yang membedakan antara mudik dengan pulang kampung, itu karena alasan jumlah atau volume pelakunya. Mudik biasanya secara massal. Sedang pulang kampung, bisa dilakukan secara personal. Sendirian. Apalagi kalau pulang kampung dengan tujuan khusus. Misalnya, mau kawin lagi, ya boleh diam-diam malah. Menghindari diikuti wartawan gosip infotainment hahahaha....

Saya sendiri sudah mengabadikan momen pulang kampung atau mudik tersebut dalam bentuk video, foto dan tulisan saya di blog #NurTerbitDotCom. Kisah mengenai pengalaman saya dan istri mudik dengan kapal laut. Pengalaman masa laloe, sebelum Masehi (hehehe....) masa ketika Neng Corona belum datang ke Indonesia.

Kenapa memilih transportasi kapal laut? Pertimbangannya sederhana saja. Selain tiketnya murah dan terjangkau dibanding pesawat terbang, juga sekalian "berbulan madu" cieh...cieh...

Kok cieh..cieh sih? Ya, maklum, jarak pelayaran Jakarta-Makassar cukup lama dan bikin pegel. Memerlukan waktu 2D3N : 2 Day 3 Night alias dua hari tiga malam. Satu hari/malam Jakarta - Surabaya (transit), satu hari dua malam lagi pelayaran lanjutan Surabaya - Makassar.

Ya, cukup bikin pegel kan di atas kapal laut? Belum tentu juga sih. Ini karena kami lagi bulan madu. Ulangi..BULAN MADU (lebay..hahaha), ya jadi waktu pelayaran 2 hari 3 malam itu gak terasa. Wow.....iri deh pasti tuh kamu, hehehe..(Nur Terbit)