Muhadjir Effendy: Tak Perlu Membesar-besarkan Merek Vaksin COVID-19 yang Harus Digunakan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy menegaskan, tak perlu membesar-besarkan merek vaksin COVID-19 mana yang harus digunakan. Menurutnya, lebih baik mempertimbangkan vaksin yang lebih cepat dan maju perkembangannya.

"Dari mereka (produsen vaksin COVID-19) yang sekarang sedang berinisiatif mana yang lebih cepat dan mana yang kira-kira lebih menjanjikan, itu yang segera kita support," tegas Muhadjir saat Rapat Koordinasi Terbatas Percepatan Vaksinasi dan Penanganan Ibu Hamil, Balita, dan Anak-anak, ditulis Senin (28/6/2021).

Namun, untuk pengadaan vaksin COVID-19, sebaiknya difokuskan pada produksi vaksin nasional.

"Untuk jaga-jaga kemungkinan yang tidak dikehendaki dalam pengadaan vaksin, saya usul, saya sarankan sebaiknya kita lebih fokus pada percepatan produksi vaksin nasional. Bagaimana diupayakan vaksin produksi nasional ini betul-betul bisa segera, sehingga kita tidak tergantung pada pasar internasional," lanjut Muhadjir Effendy melalui keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

"Saya kira ini penting. Pengalaman di Amerika, saya rasa mereka melakukan vaksinasi besar-besaran dan tidak banyak prosedur, karena vaksinnya berlimpah ruah. Mereka bisa memproduksi dan dari berbagai sumber."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Kemenkes Percepat Vaksinasi COVID-19

Petugas medis melakukan vaksin Drive Thru kepada warga di Surabaya, Jawa Timur (27/03/2021).Untuk mendukung program percepatan vaksinasi oleh pemerintah melalui kampanye #AwaliDenganKebaikan, pos pelayanan vaksinasi Drive Thru memfasilitasi kebutuhan masyarakat Surabaya. (Liputan6.com/Pool)
Petugas medis melakukan vaksin Drive Thru kepada warga di Surabaya, Jawa Timur (27/03/2021).Untuk mendukung program percepatan vaksinasi oleh pemerintah melalui kampanye #AwaliDenganKebaikan, pos pelayanan vaksinasi Drive Thru memfasilitasi kebutuhan masyarakat Surabaya. (Liputan6.com/Pool)

Apabila Indonesia bisa memproduksi secepatnya dari berbagai sumber, Menko Muhadjir Effendy meyakini, harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity) pada akhir tahun 2021 dapat lebih cepat terwujud.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pun ikut mengajak masyarakat memanfaatkan vaksinasi COVID-19 dengan baik. Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya sebagai perlindungan diri masa pandemi COVID-19.

“Jadi, saya undang seluruh masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena hanya dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, kita dapat keluar dari pandemi,” kata Budi Gunadi melalui keterangan resmi Kemenkes, Minggu (27/6/2021). (Selengkapnya: Menkes Budi Ajak Masyarakat Manfaatkan Vaksinasi COVID-19 dengan Baik)

Kementerian Kesehatan juga terus berupaya meningkatkan percepatan vaksinasi COVID-19 dengan membuka vaksinasi massal bekerja sama dengan semua elemen masyarakat.

Selain itu, Kemenkes sudah mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh pos pelayanan vaksinasi, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kemenkes, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes, di seluruh Indonesia untuk melakukan vaksinasi COVID-19 kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP.

Infografis 3 Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19 Nasional Kantongi Izin WHO

Infografis 3 Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19 Nasional Kantongi Izin WHO. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 3 Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19 Nasional Kantongi Izin WHO. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel