Muhaimin: Sektor Pendidikan Jadi Korban Dahsyat Pandemi COVID-19

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kurva kasus positif COVID-19 di Tanah Air memperlihatkan tren penurunan. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar alias Gus Ami mengatakan ada tiga hal yang harus jadi prioritas pemulihan atau recovery pasca pandemi COVID-19.

Muhaimin menyoroti tiga hal prioritas recovery tersebut yaitu bidang ekonomi, khususnya ekonomi pertanian, sektor pendidikan, dan pemulihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut dia, sektor pendidikan saat ini punya imbas yang signifikan dari pandemi. Salah satu yang disinggungnya karena tak semua siswa dan sekolah mampu bisa mengikuti pendidikan online.

"Sektor pendidikan menjadi korban yang sangat dahsyat dari pandemi ini, terutama pendidikan sekolah tingkat menengah yang tidak semua bisa mengikuti pola pendidikan online. Ini harus jadi prioritas penanganan pasca-pandemi," kata Muhaimin, saat membuka Muktamar Pemikiran Dosen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung, Jawa Timur, seperti disampaikan dalam keterangan resminya, Senin, 5 April 2021.

Selain pendidikan, ia bilang pemulihan UMKM dan ekonomi pertanian yang jadi prioritas penanganan pasca pandemi. Dengan UMKM yang membaik maka pemulihan dari pandemi COVID-19 juga bisa terdorong. Ia berharap tiga prioritas dibahas dalam Muktamar Pemikiran Dosen PMII.

"Tiga prioritas ini yang harus menjadi ujung tombak utama penanganan pasca pandemi. Saya kira ini harus digali dalam Muktamar ini agar bisa menangani keadaan dengan cepat," lanjut Ketua Umum DPP PKB ini.

Pun, ia berharap agar para kader PMII bisa berkontribusi membantu siapkan masa depan bangsa lebih kreatif. Dengan muktamar di Tulungagung, ia mau ada pikiran-pikiran dan gagasan yang lahir dari dosen dan intelektual.

Dia bilang untuk menghadapi masa depan, perlu ada tata kelola yang baik untuk perguruan tinggi. Hal ini menurut Muhaimin sudah dikomunikasikan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

"Saya sudah bertemu dengan Pak Mendikbud Nadiem Makarim, salah satu titik temu dengan Pak Nadiem agar proses belajar mengajar di perguruan tinggi tidak memakan waktu panjang. Separuh waktu di kampus harus digunakan untuk meningkatkan kapasitas, skill mahasiswa," jelasnya.

Dalam Muktamar Pemikiran Dosen PMII hadir antara lain Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid, serta para dosen dan rektor dari berbagai perguruan tinggi. Selain itu, secara virtual ada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj, hingga Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar.