Muhaimin Yakin PKB Raih Dua Besar di Pemilu 2024

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yakin partainya akan masuk posisi dua besar dalam Pemilu 2024 mendatang.

"Dengan keberadaan partai saat ini serta dukungan dan kerja keras semua pengurus DPW di 34 provinsi, saya optimis PKB bisa meraih posisi dua besar pada Pemilu 2024 mendatang," kata Muhaimin saat membuka Musyawarah Cabang PKB di 11 kabupaten/kota di Maluku secara serentak melalui siaran virtual, dari Kota Ambon, Sabtu (21/8/2021).

Menurut dia, hasil survei yang dilakukan empat lembaga survei dalam beberapa tahun menempatkan PKB di posisi kedua dan ketiga sebagai pemenang Pemilu 2024 mendatang.

"Surveinya dilakukan empat lembaga kredibel dalam beberapa tahun terakhir. Hasilnya PKB bisa tembus dua besar jika seluruh pengurus hingga tingkat paling bawah di semua daerah bekerja 34 daerah bergerak dengan variasi gerakan komprehensif," katanya seperti dikutip dari Antara.

Muhaimin mengaku PDI Perjuangan merupakan partai yang solid sekaligus rival terberat dalam Pemilu 2024, namun bukan mustahil partai dipimpinnya bisa mengalahkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

"Karena itu seluruh pengurus partai harus terus bergerak menghimpun semua kekuatan yang dimiliki, termasuk membenahi struktur partai hingga ke tingkat paling bawah yakni desa dan kelurahan," katanya.

Muhaimin, mengatakan berdasarkan hasil survei PKB bersaing ketat dengan Gerindra dan Golkar dalam merebut posisi kedua dan ketiga.

"Kalau di papan tengah pada pemilu 2019 kita sudah unggul jauh dari PKS dan Partai Demokrat. Kita harus terus maju untuk menuju level lebih tinggi yakni partai pemenang pemilu. target ini bukan mustahil dapat terpenuhi pada Pemilu 2024," ujarnya.

Muhaimin pun mengimbau kader PKB untuk terus bekerja keras dengan mengedepankan kerja sosial sebagai modal utama membangun partai tersebut, mengingat kompetisi di Pemilu 2024 berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya.

Regenerasi Pemimpin

Pemilu 2024, katanya merupakan periodesasi regenerasi kepemimpinan karena Presiden Joko widodo telah memasuki dua periode kepemimpinan, dan tidak bisa diusung PDI Perjuangan sebagai calon presiden periode lima tahun mendatang.

"Sekarang kita harus lebih cermat menghitung kekuatan yang dimiliki partai. Apalagi 52 persen pemilih yang akan mengikuti Pemilu 2024 adalah pemilih milenial. Ini peluang sekaligus cambuk bagi seluruh pengurus dan kader partai untuk menarik simpati kaum milenial," katanya.

Dia menambahkan keberadaan media sosial tidak bisa dianggap sepele, mengingat perkembangan Covid-19 yang belum berakhir saat ini membuat semua komponen memanfaatkannya sebagai sarana untuk promosi maupun meraup keuntungan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel