Muhammadiyah bangun air bersih untuk warga Timor Tengah Selatan

Muhammadiyah menjalankan program pembangunan air bersih untuk membantu mengatasi kesulitan air yang dihadapi masyarakat di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Majelis Pembinaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nurul Yamin dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu, mengatakan program pembangunan air bersih di Desa Tliu ini berjalan melalui suatu proses yang panjang, mulai dari satu kesadaran bersama masyarakat dan pengurus Muhammadiyah di Amanuban Timur untuk berpikir dan bertindak mengatasi persoalan bersama yang dihadapi masyarakat yaitu ketersediaan air yang mencukupi.

Ia menjelaskan program itu mendapat dukungan dari berbagai pihak di desa yaitu pemerintah desa, ketua adat,serta melibatkan sinergi dan kolaborasi di internal persyarikatan Muhammadiyah seperti perguruan tinggi.

Nurul Yamin mengatakan program pembangunan air bersih itu didahului dengan koordinasi yang dilakukan bersama masyarakat untuk hingga menemukan sumber air pada 2019 lalu.

"Selanjutnya kita kaji terlebih dahulu kapasitasnya, kebutuhan masyarakat hingga sampai pembangunan air bersih bisa direalisasikan," katanya.

Baca juga: Anggota Brimob NTT bagikan air bersih untuk warga kesulitan air

Baca juga: Dibantu Kodam Udayana, warga Desa Pana NTT dapat nikmati air bersih

Menurut dia, pelaksanaan program ini merupakan suatu dakwah yang secara langsung bersentuhan dengan kebutuhan bersama masyarakat.

"Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Muhammadiyah bukan semata-mata persoalan kemanusiaan tetapi itu berderap dan bergerak dapat selalu membawa manfaat bagi bersama," katanya.

Ia menambahkan selain membangun air bersih, Muhammadiyah juga menghadirkan layanan pendidikan untuk masyarakat di Desa Tliu.

Sementara Kepala Desa Tliu Thimotius Natonis mengatakan pihaknya bersama masyarakat menyambut gembira program pembangunan air bersih tersebut karena kesulitan air bersih merupakan persoalan utama yang selama ini dialami masyarakat setempat.

"Pembangunan air bersih yang diinisiasi Muhammadiyah ini membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Tliu yang terdiri dari tiga agama Kristen Protestan, Islam, dan Katolik," katanya.

Baca juga: Menko PMK: Indonesia perlu belajar pada Muhammadiyah

Baca juga: Muhammadiyah dan Ashoka ajak pemimpin lintas agama atasi krisis iklim