Muhammadiyah Mau Tarik Dana, Bank Syariah Indonesia Janji Dukung UMKM

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga bank syariah milik Bank BUMN yang bersatu menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyatakan komitmennya, untuk terus mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti yang sudah dilakukan selama ini.

Komitmen tersebut disampaikan merespons adanya rencana Muhammadiyah untuk menarik seluruh dana-dananya di tiga bank syariah BUMN yang akan merger tersebut. Muhammadiyah ingin lebih fokus menempatkan dananya bagi UMKM.

Baca juga: Gaprindo Gandeng Peritel hingga Manfaatkan Medsos Cegah Perokok Anak

Tiga bank syariah yang terdiri dari BRI Syariah, Mandiri Syariah dan BNI Syariah itu menyatakan persentase penyaluran bagi UMKM ini akan mencapai 23 persen pada Desember 2021 dari total pembiayaan yang akan disalurkan.

Dirut BRI Syariah Tbk Ngatari mengatakan, dalam Rancangan Penggabungan yang sudah dipublikasikan, komitmen dukungan Bank Hasil Penggabungan (BHP) kepada UMKM telah jelas tercantum.

"Bank Hasil Penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan melalui produk dan layanan keuangan syariah," tegas Nagatari dikutip dari keterangannya Sabtu, 19 Desember 2020.

Selain itu, Ngatari menekankan, keseriusan dan komitmen Bank Syariah Indonesia tercermin dari struktur pengurus dengan adanya direksi yang khusus membawahi retail banking dan UMKM, di antara 10 orang jajaran direksi.

"Bank Syariah Indonesia telah merumuskan strategi khusus untuk mendukung UMKM Indonesia yang berfokus pada pertumbuhan yang sehat di sektor UKM dan Mikro dengan memanfaatkan teknologi digital," ucap dia.

Selain itu, ditegaskannya, BHP siap untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta organisasi kemasyarakatan lainnya untuk memajukan pelaku UMKM di Tanah Air.

".ntuk menjangkau pelaku UMKM hingga pelosok, kami akan bekerjasama dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan di seluruh Indonesia. Untuk mencapai proyeksi dana disalurkan untuk UMKM mencapai Rp53,83 triliun,” tegasnya.

Seperti diketahui, Muhammadiyah mematangkan rencananya untuk menarik seluruh dana dari tiga bank syariah anak BUMN yang akan melakukan merger atau penggabungan menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, salah satu unsur pertimbangan pengkajian untuk penarikan dana dari bank syariah tersebut, adalah komposisi komisaris, direksi dan dewan pengawas syariah (DPS) yang baru diumumkan.

"Melihat komposisi Komisaris, Direksi dan DPS PT. Bank Syariah Indonesia hasil merger yang baru diumumkan maka mungkin Muhammadiyah sebaiknya melakukan pengkajian tentang hal tersebut," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 19 Desember 2020.

Menurut Abbas, dengan sudah menjadi sebuah bank syariah milik negara yang besar dan sudah sangat kuat, di mana bank ini akan menjadi 10 bank syariah terbesar di dunia, Muhammadiyah perlu mendukung bank syariah lainnya.

"Untuk itu mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk tidak lagi perlu mendukung Bank Syariah Indonesia milik negara tersebut. Sehingga mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk menarik dan mengalihkan semua dana yang ditempatkannnya," ujar dia.

Penarikan itu semua, ditekankannya, mengacu pada salah satu misi ekonomi Muhammadiyah, yakni secara aktif memberdayakan ekonomi umat atau rakyat banyak serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).