Muhammadiyah Pertimbangkan Tarik Dana dari Bank Syariah Indonesia, Berapa Nilainya?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tengah mempertimbangkan untuk melakukan penarikan dana dari PT Bank Syariah Indonesia. Bank Tersebut merupakan hasil merger dari PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank BNI Syariah dan PT Bank Syariah Mandiri.

Keputusan ini diambil lantaran Bank Syariah Indonesia dinilai sudah punya sokongan dana yang besar dan sangat kuat, bahkan diprediksi menjadi 20 bank syariah terbesar di dunia.

Lantas, berapa jumlah dana yang akan ditarik Muhammadiyah dari Bank Syariah Indonesia?

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, pihaknya saat ini masih mengkaji seputar kemungkinan itu. Dia pun belum bisa menyebutkan secara gamblang berapa besaran dana yang akan ditarik dari bank-bank yang telah menjadi Bank Syariah Indonesia.

"Sedang dikaji oleh tim," kata Anwar kepada Liputan6.com, Jumat (18/12/2020).

Anwar berpikir, mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk menarik dan mengalihkan semua dana yang ditempatkannya di Bank Syariah Indonesia kepada bank baru yang menjadi mitranya.

Dalam hal ini, ia buka potensi pengalihan dana kepada bank negara syariah yang tidak ikut merger, atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah atau BPD yang ada unit syariahnya, serta kepada bank-bank umum syariah atau bank-bank umum yang punya unit syariahnya.

"Apalagi mengingat Muhammadiyah punya komitmen untuk memajukan ekonomi umat termasuk memajukan bank-bank milik umat apakah itu bank umum syariah atau BPRS-BPRS milik umat," ujar Anwar.

Bentuk Tim Khusus

Petugas Bank tengah menghitung uang rupiah di Bank BRI Syariah, Jakarta, Selasa (28/2). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada perdagangan Selasa pekan ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas Bank tengah menghitung uang rupiah di Bank BRI Syariah, Jakarta, Selasa (28/2). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada perdagangan Selasa pekan ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk itu, Muhammadiyah membentuk satu tim khusus yang diisi para ahli keuangan, bankir dan mantan-mantan bankir serta mantan-mantan regulator guna mempersiapkan penarikan seluruh dana yang ada di Bank Syariah Indonesia.

Lebih lanjut, Anwar menilai, sektor ekonomi syariah sebenarnya punya potensi untuk semakin berkembang di Indonesia. Meski dalam kurun waktu 10 tahun sebelumnya perkembangannya mandek walaupun sudah banyak program yang diluncurkan.

"Potensi sih ada, tapi harus ada usaha yang dilakukan secara bersungguh-sunfguh secara kolektif di kalangan umat," imbuh Anwar.

Saksikan video pilihan berikut ini: