MUI: 34 Ribu Pasangan Menikah di Usia Dini Selama Pandemi

Dedy Priatmojo, Syaefullah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Majelis Ulama Indonesia menyebutkan terjadi peningkatan angka pernikahan usia dini selama masa pandemi di tahun 2020 di Indonesia. Berdasarkan catatan peradilan agama, sebanyak 34 ribu permohonan dispensasi kawin sepanjang Januari-Juni 2020.

"Permohonan dispensasi ini dilakukan lantaran salah satu atau kedua calon mempelai belum memasuki usia pernikahan (19 tahun)," kata Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (PRK MUI), Amany Lubis di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021.

Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan usia pasangan calon pengantin yang belum memasuki usia yang ditentukan itu bisa karena berbagai faktor, salah satunya adanya masalah ekonomi.

"Dalam praktiknya, persoalan pernikahan anak ini acapkali disebabkan karena minimnya aktivitas di tengah pandemi lantaran kegiatan sekolah yang ditutup, hingga muncul ragam persoalan ekonomi keluarga di tengah situasi pandemi," katanya.

Menurutnya, MUI berupaya mencegah perkawinan anak dan mengatasi berbagai permasalahan yang disebabkan oleh ketidaksiapan dan ketidakcakapan, sehingga perkawinan tidak meninggalkan generasi yang lemah, sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunah.

"Tujuan perkawinan adalah untuk membentuk kemaslahatan keluarga, umat dan bangsa, yang pada gilirannya akan terwujud generasi Indonesia yang saleh, unggul, dan berdaya saing," katanya.

Amany berkomitmen bekerjasama saling mendukung dalam melakukan berbagai upaya pendewasaan usia perkawinan dan peningkatan kualitas keluarga demi kepentingan terbaik bagi anak Indonesia.