MUI Bogor Ketuk Pintu Langit Agar Ade Yasin Bebas dari Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, menggelar doa bersama atau istigasah serentak, mulai dari MUI tingkat kecamatan, sejat Jumat (16/9).

Doa bersama dilakukan selama empat hari beruntun, menjelang sidang pleidoi Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (19/9).

Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji menyebutkan, istigasah yang digelar serentak, merupakan bentuk dukungan para ulama untuk proses hukum Ade Yasin.

Dia meyakini Ade Yasin tak bersalah dalam perkara dugaan suap auditor BPK. Karena, hampir semua saksi yang dihadirkan oleh KPK di persidangan, keterangannya merujuk pada ketidakterlibatan Ade Yasin.

"Ini upaya menembus pintu langit agar Teh Ade dibebaskan dari jeratan kasus yang membawa namanya. Sebab, hampir semua saksi menyebut bahwa teh Ade tidak terlibat dalam suap WTP (wajar tanpa pengecualian) itu," kata KH Mukri, Minggu (18/9).

Sementara, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor, Irfan Awaludin alias Gus Irfan menerangkan, istigasah serentak itu dilakukan di 40 kecamatan dengan diikuti oleh anggota MUI dari 416 desa.

"Acara istighosah diadakan di 40 kecamatan selama empat hari berturut-turut, per hari 10 kecamatan menggelar doa bersama itu, mulai dari tanggal 16 hingga 19 september 2022," kata Gus Irfan.

Menurutnya, istigasah serentak itu merupakan bentuk kerinduan masyarakat terhadap sosok Ade Yasin. Sebab, menurutnya, tidak sedikit masyarakat dari kalangan muda hingga orang tua turut meramaikan istigasah tersebut.

"Tak hanya pengurus MUI di kecamatan dan desa, tapi banyak juga masyarakat yang turut mendoakan Ibu Ade Yasin mulai dari siswa SMA hingga ibu dan bapak-bapak pengajian juga ikut mendoakan sosok pemimpin yang mereka rindukan," paparnya.

Seperti diketahui, Ade Yasin akan menjalani sidang pembelaan atau pleidoi atas tuntutan Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 19 Septermber 2022. [rnd]