MUI dan Kadin Sepakat Bank Syariah Indonesia Jadi Aset Besar Ekonomi Nasional

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang kini proses pembentukannya masih berjalan. Dukungan senada juga dikeluarkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia atas kehadiran perusahaan hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara.

Potensi Bank Syariah Indonesia tumbuh besar muncul karena bank ini memiliki nilai aset lebih besar dibanding bank-bank syariah lain yang ada di Indonesia selama ini.

"Kami senang dan mendukung adanya Bank Syariah Indonesia. Kami berharap tidak hanya dari asetnya yang sekitar Rp 200 triliun itu, tapi juga dikembangkan kembali menjadi kebanggaan karena nama syariah Indonesianya ini menjadi lambang kenegaraan dan lambang keislaman. Oleh karena itu saya mendukung full," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholil Nafis, Jumat (18/12/2020).

Cholil mulanya berharap, bank syariah besar yang lahir di Indonesia merupakan lembaga keuangan yang dibentuk sendiri tanpa buah merger dari bank-bank eksisting. Akan tetapi, dia tetap mendukung kehadiran Bank Syariah Indonesia yang merupakan gabungan dari PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

"Mudah mudahan ini menjadi awal untuk Indonesia memproduksi atau menjadi kiblat perbankan syariah di seluruh dunia," ujarnya.

Respon positif atas pembentukan bank merger syariah milik Himbara juga datang Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani. Dia mewajari kehadiran Bank Syariah Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rosan berpendapat, Bank Syariah Indonesia bisa menjadi kekuatan besar dan membawa dampak positif bagi perkembangan industri keuangan syariah. Besarnya kekuatan bank ini dianggap penting dan layak disoroti, karena dalam bisnis perbankan ukuran menjadi hal yang sangat penting untuk menentukan bisa/tidaknya sebuah perusahaan berkembang.

"Size untuk perbankan sangat penting, apalagi kita sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, masa kita tidak mempunyai bank untuk bisa melayani kebutuhan dunia usaha dan penduduk kita yang sangat luar biasa?" ujar Rosan.

Menurut dia, kehadiran Bank Syariah Indonesia bisa membantu terwujudnya perluasan dan peningkatan akses keuangan syariah di tengah masyarakat.Dia juga menilai bank ini layak didukung seluruh elemen masyarakat.

"Tentunya akan memberikan dampak positif, terutama pada keuangan syariah kita yang memang masih membutuhkan pelebaran, pendalaman, dan penguatan, terutama dari perbankan syariah di Indonesia," tutup Rosan.

Muhammadiyah Pertimbangkan Tarik Dana dari Bank Syariah Indonesia, Mengapa?

Ilustrasi bank (Sumber: Istockphoto)
Ilustrasi bank (Sumber: Istockphoto)

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyampaikan pertimbangan penarikan dana Muhammadiyah di bank syariah hasil merger, Bank Syariah Indonesia.

Gagasan tersebut muncul melihat komposisi Komisaris, Direksi dan DPS Bank Syariah Indonesia hasil merger yang baru diumumkan maka mungkin Muhammadiyah sebaiknya melakukan pengkajian tentang hal tersebut.

"Mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk tidak lagi perlu mendukung Bank Syariah Indonesia milik negara tersebut sehingga mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk menarik dan mengalihkan semua dana yang ditempatkannnya di bank tersebut," ujar Anwar dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020).

Anwar menjelaskan, hal ini perlu dipikirkan oleh Muhammadiyah karena Bank Syariah Indonesia ini sudah menjadi sebuah bank syariah milik negara yang besar dan kuat, dimana bank ini akan menjadi 10 bank syariah terbesar di dunia.

Anwar juga mengungkapkan pertimbangan untuk mengalihkan seluruh pembiayaan ke Bank Syariah Indonesia kepada bank baru yang menjadi mitranya, apakah itu bank negara syariah yang tidak ikut merger atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah atau BPD yang memiliki unit syariah serta kepada bank-bank umum syariah atau bank-bank umum yang memiliki unit syariahnya.

"Mengingat, Muhammadiyah punya komitmen untuk memajukan ekonomi umat termasuk memajukan bank-bank milik umat apakah itu bank umum syariah atau BPRS-BPRS milik umat," tandasnya.

Untuk itu, Anwar mengusulkan, sebaiknya PP Muhammadiyah membentuk satu tim khusus yang diisi oleh para ahli keuangan, para banker dan mantan-mantan banker serta mantan regulator untuk mempersiapkan penarikan dan pemindahan dana tersebut. Dirinya berharap, tim ini dapat segera dibentuk oleh PP Muhammadiyah.

"Karena salah satu misi ekonomi Muhammadiyah adalah bagaimana muhammadiyah lewat kerjasamanya dengan berbagai mitranya mau secara aktif membantu tujuan dan cita-cita muhammadiyah untuk memberdayakan ekonomi umat atau rakyat serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," jelas Anwar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: