MUI Himbau Umat Tidak Terprovokasi Film Kontroversial

Pekanbaru (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau H Mahdini mengimbau umat Islam agar tidak terprovokasi melakukan tindakan anarkis terkait beredarnya film kontroversial "Innocence of Muslims".

"Silakan saja melakukan unjuk rasa, asalkan aspirasi disalurkan dengan damai," kata Mahdini kepada ANTARA di Pekanbaru, Sabtu.

Hal itu disampaikan Mahdini karena ia mendapat informasi bahwa sebuah organisasi massa akan menggelar unjuk rasa mengecam film tersebut pada Minggu (16/9).

Ia berharap aksi tersebut bisa berlangsung dengan damai dan tak sampai mengganggu citra Riau yang sedang menjadi tuan rumah PON XVIII/2012.

Selain itu, ia juga meminta agar jangan sampai unjuk rasa tersebut diwarnai aksi anarkis karena hal itu akan mencoreng Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi perdamaian.

"Jangan sampai terprovokasi hingga melakukan pengrusakan, karena hal itulah yang diinginkan pihak tertentu, para Yahudi, agar bisa mencap Islam identik dengan kekerasan," katanya.

Ia juga meminta agar pemerintah segera mengambil aksi nyata untuk membendung penyebaran film tersebut lewat dunia maya.

Film "Innocence of Muslims" memancing banyak kecaman karena dianggap merendahkan Islam dan Nabi Muhammad. Seperti di Mesir dan Libya, kecaman dilakukan dengan protes ribuan demonstran.

Bahkan, aksi itu menewaskan Dubes AS untuk Libya dan tiga diplomat AS lainnya. (jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.