MUI: Hujan Lebat Saja Nabi Minta Salat di Rumah, Apalagi karena Virus

·Bacaan 3 menit
ilustrasi salat (sumber: freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdullah Jaidi mengajak masyarakat untuk sementara melaksanakan ibadah di rumah selama PPKM Darurat. Ia mencontohkan sikap Nabi Muhammad Saw saat mendapati hujan lebat yang membuat para jemaah terhalang untuk melangsungkan Salat Isya di masjid.

Kondisi itu akhirnya membuat Nabi Muhammad SAW meminta jemaahnya agar melangsungkan salat di rumah saja.

"Maka Nabi mengatakan 'shollu fi buyutikum', salatlah kalian di rumah masing-masing. Hanya karena faktor hujan lebat, jalanan becek akan mencelakakan kita, sehingga Nabi mengatakan salatlah di rumah masing-masing," ujar Abdullah usai Sidang Isbat penentuan awal Zulhijah 1442 H, Sabtu sore (10/7/2021).

Abdullah menekankan bahwa hanya karena hujan lebat saja Nabi menolelir untuk tidak beribadah di masjid, apalagi jika disebabkan pandemi Covid-19 yang secara gamblang dapat mengancam nyawa.

"Karena menjaga jiwa adalah lebih utama dari yang lain-lain. Karena ibadah bisa dilaksanakan di rumah, artinya bukan tidak melaksanakan ibadah," tekan Abdullah.

Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan Salat Iduladha 1442 H di masa PPKM Darurat. Zona yang tengah berada di pemberlakuan PPKM Darurat dilarang untuk melaksanakan Salat Idulfitri di masjid dan tempat terbuka yang memicu kerumunan massa. Sementara untuk zona aman di luar zona PPKM Darurat, Salat Iduladha di masjid diperkenankan.

Abdullah Jaidi mengingatkan, pelaksanaan Salat Iduladha 1442 H di zona Covid-19 yang terkendali agar menaati protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Tentunya bagi daerah yang terkendali kalau itu (Salat Iduladha) dilaksanakan tetap memperhatikan prokes yang ketat, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan," katanya.

Abdullah juga mengimbau masjid yang menggelar Salat Iduladha agar secara ketat mengatur saf-saf para jemaah. Saf diatur dengan sedemikian rupa supaya tidak membuat pelanggaran jaga jarak di masjid.

Sementara bagi daerah yang belum terkendali, yakni daerah yang tengah memberlakukan PPKM Darurat supaya mengutamakan keselamatan nyawa.

"Jangan kamu menjulurkan tangan kamu untuk kecelakaan," ujarnya.

Mari Ikuti Ajaran Nabi Ibrahim

Ketua Komisi VIII Yandri Susanto mengajak masyarakat untuk mencontoh kesabaran Nabi Ibrahim dalam menghadapi cobaan, termasuk ujian di masa pandemi Covid-19. Ia mengajak agar publik turut membantu pemerintah untuk mengatasi pandemi yang telah lebih dari setahun berkecamuk.

"Mari kita ikuti ajaran Nabi Ibrahim beserta anaknya Ismail bagaimana kesabaran menghadapi sebuah cobaan yang besar, Insya Allah dengan cobaan yang besar ini akan meningkatkan kepedulian kita dengan sesama. Apalagi semangat berkurban," ajak dia usai menggelar Sidang Isbat bersama sejumlah pihak, Sabtu (10/7/2021).

Ia juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih berlangsung, bahkan semakin parah. Dirinya mengaku ikut prihatin dan berduka atas ribuan korban yang telah berguguran disebabkan pandemi tersebut.

"Tentu doa kita semua (buat) yang sudah meninggal Insya Allah diterima di sisi Allah Swt, dan yang masih sakit disembuhkan oleh Allah Swt dan bagi yang masih sehat mari sama-sama kita sadar diri, tidak menggantungkan kesehatan pada orang lain tapi tanggung jawab masing-masing," katanya.

Yandri juga mengajak publik agar mematuhi aturan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Karena dengan begitu laju keganasan pandemi bisa dibendung dan menyingkirkannya dari Tanah Air.

"Insya Allah wabah ini akan berlalu dari Tanah Air kita ini," pungkasnya.

Yandri mewanti-wanti masyarakat agar tak meremahkan pandemi. Ia mendorong semua pihak untuk bergandengan tangan meredam pagebluk ini.

"Satu sama lain harus sama rasa, ini adalah tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu saya yakin dengan kebersamaan ini Insya Allah cobaan yang begitu berat ini akan kita lalui dengan sukses," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel