MUI Jakarta Bentuk Cyber Army Bela Anies Baswedan, DPRD: Jangan Pakai APBD

·Bacaan 2 menit
(Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar meminta jajarannya untuk membentuk pasukan siber yang bertugas membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di ruang maya.

Menanggapi hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta memperbolehkan organisasi kemasyarakatan atau keagamaan membentuk tim siber atau cyber army untuk membela Anies Baswedan. Namun, dilarang menggunakan APBD.

"Kalau kepribadian boleh-boleh saja dong, asal tidak dibiayai APBD," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Iman, setiap orang, organisasi, maupun lembaga, berhak membela siapapun. "Itu kan hak pribadi masing-masing. Orang kan boleh saja (membela siapapun), asal tidak menyalahgunakan hak wewenang," ucapnya.

Iman yakin, MUI DKI memiliki pertimbangan sendiri sebelum membentuk tim tersebut.

"Ini kan bukan lembaga baru, bukan lembaga ecek-ecek, ini kan rujukan untuk umat Muslim. Jadi pasti dia tidak akan gegabah juga," ujarnya.

Iman percaya, rencana pembentukan tim siber di internal MUI DKI tak berkaitan dengan dana hibah yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia mencatat, setiap tahun MUI mendapatkan dana hibah sebesar Rp 10 miliar. Dana tersebut dinilai cukup wajar diberikan kepada MUI yang memiliki banyak tugas.

"Tugas MUI itu kan banyak, mensertifikasi halal, mengeluarkan fatwa. Itu kan perlu rapat mereka, perlu survei, perlu ini. Kemudian fatwa ini kan enggak bisa sekali rapat," jelasnya.

Bela Anies Baswedan

Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar meminta jajarannya untuk membentuk pasukan siber yang bertugas membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di ruang maya.

Pasalnya Munahar memandang selama ini Anies telah bekerja keras untuk masyarakat Ibu Kota. Jika para pendengung atau buzzer mencari kesalahan Anies maka Infokom MUI DKI Jakarta, kata dia mengangkat keberhasilan Anies baik itu tingkat nasional maupun internasional.

“Beliau ini termasuk 21 orang Pahlawan Dunia. Berita- berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta,” kata Munahar dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021).

Munahar juga menyampaikan, dirinya berharap agar jajaran di MUI Jakarta dapat menguasai teknologi sehingga dapat memiliki peran signifikan di kancah ruang maya.

“Saya berharap di era penuh tantangan saat ini, MUI DKI tidak kalah untuk menguasai teknologi karena bidang Infokom ini adalah otak MUI DKI dalam bidang informasi,” kata Munahar.

Munahar berharap Infokom MUI DKI juga bisa Amar Ma’ruf Nahi Mungkar atau menyeru berbuat baik dan melarang berbuat jahat untuk melawan para pendenguang yang dinilainya telah meresahkan umat Islam. Pasalnya mereka dianggap Munahar telah menghantam ulama dan mendiskreditkan umat Islam.

Munahar berharap Infokom ini memiliki orang ahli atau Cyber Army untuk melawan orang-orang yang menghantam umat Islam karena tugas utama MUI adalah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

“MUI tidak usah takut untuk katakan yang Haq itu Haq. Saya punya prinsip kalau berkaitan dengan Al-Quran dan As-Sunnah tidak ada tawar menawar bagi saya,” tegas Munahar.

Reporter: Supriatin

Sumber: Merdeka

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel