MUI Lebak imbau warga waspadai daging babi oplosan jelang Lebaran

Budisantoso Budiman

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten mengimbau masyarakat agar mewaspadai daging oplosan babi beredar di pasaran menjelang Lebaran 2020.

"Kami minta warga agar berhati-hati jika membeli daging di pasaran," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Achmad Khudori, di Lebak, Selasa.

Peredaran daging oplosan babi di Tangerang sudah beredar di pasaran, sehingga masyarakat tetap harus waspada, terlebih menjelang Lebaran.

Menurutnya, masyarakat tentu harus berhati-hati untuk memilih daging agar tidak membeli daging oplosan babi, meskipun di Kabupaten Lebak belum ditemukan produk yang tidak halal itu.
Baca juga: Wali Kota pastikan tidak ada daging oplosan beredar di Jaksel


Selain itu, masyarakat juga jangan sampai tertarik dan tergiur dengan adanya harga daging murah yang ditawarkan oleh produsen.

Biasanya, harga daging yang ditawar murah itu sangat berpotensi daging oplosan babi.

"Kami minta konsumen agar membeli daging di kios-kios resmi di sejumlah pasar tradisional di Lebak," katanya menjelaskan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Rahmat juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap peredaran daging oplosan babi hutan atau celeng beredar di pasaran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Pihaknya hingga saat ini belum menemukan daging oplosan babi, namun konsumen menjelang Lebaran agar tetap waspada peredaran produk yang tidak halal itu.

"Kami telah melakukan monitoring kepada para pedagang daging di sejumlah pasar tradisional di Lebak, dan belum ditemukan adanya daging oplosan babi," ujarnya pula.
Baca juga: MUI desak tindak tegas penjualan daging celeng oplosan