MUI Serukan Sanksi Internasional untuk Israel

·Bacaan 1 menit

VIVA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan adanya penekanan terhadap Israel agar dijatuhi sanksi internasional. Seruan ini karena aksi aparat Israel yang menyerang warga Palestina di Masjid Al-Aqsa.

"Langkah empati dan konstruktif ini juga bisa dilakukan oleh negara negara Uni Eropa dan lain lain. Secara bersama-sama negara negara ini bisa melakukan tekanan internasional terhadap Israel melalui PBB. Jika diperlukan, Israel diberi sanksi internasional," ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangannya, Sabtu, 8 Mei 2021.

Sudartono mengatakan peristiwa penyerangan yang dilakukan aparat Israel terhadap warga Palestina yang melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsha adalah tindakan biadab.

Dia menilai dengan penyerangan tersebut justru membuktikan dengan kasat mata bahwa otoritas Isreal memang tidak akan pernah menghentikan spirit imperialis dan kolonialismenya.

"MUI mengecam keras tindakan tindakan brutal ini. Sudah waktunya negara-negara besar seperti Amerika untuk segera mengambil inisiatif mengingatkan dengan keras Israel untuk menghentikan tindakan tindakan biadab. Di bawah kepemimpinan Joe Biden, Amerika berpeluang besar untuk menekan Israel. Ini kesempatan Amerika," kata dia.

Ia juga mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera mengambil langkah responsif dan melakukan konsolidasi secara efektif. Selain itu, menghentikan pertentangan dan membangun perdamaian sejati. "Persatuan negara-negara anggota OKI sangat penting," katanya.

Aparat polisi Israel pada Jumat, 7 Mei 2021, menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah pemuda Palestina di Masjid Al-Aqsa Yerusalem. Warga membalas dengan lemparan batu.

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 petugas terluka dalam bentrokan tersebut.

Ribuan warga Palestina berhadapan dengan beberapa ratus polisi Israel dalam perlengkapan anti huru hara. Ketegangan telah meningkat di Yerusalem dan Tepi Barat yang diduduki selama bulan suci Ramadhan.

Bentrokan terjadi setiap malam di Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, kawasan tempat banyak keluarga Palestina menghadapi penggusuran dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama. (Antara)