MUI Sumatera Barat Tolak Larangan Salat Idul Adha

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat, Buya Gusrizal Gazahar menegaskan, pihaknya mendukung pemerintah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Namun, lanjut dia, meski PPKM didukung pihaknya menolak jika seluruh aktifitas ibadah dilarang, termasuk ibadah salat Idul Adha 1441 Hijriah mendatang.

"MUI Sumbar, sangat mendukung kebijakan PPKM, karena ini bagian dari ikhtiar mengakhiri pandemi. Tapi salat Idul Adha, jangan dilarang. Pemerintah, cukup memberikan penekanan supaya protokol kesehatan selama pelaksanaan Salat ID diterapkan dengan ketat,” kata Buya Gusrizal, Kamis 8 Juli 2021.

Buya Gusrizal menambahkan, umat Islam terkadang merasakan ketidakadilan ketika kebijakan salat berjamaah dilarang. Apalagi melihat pusat-pusat perbelanjaan, tetap ramai.

Menurut dia, fakta di lapangan masih ramainya pusat perbelanjaan, menunjukkan jika Pemerintah tidak konsesten dalam menegakkan aturan.

“Segala upaya pemerintah dalam menangani pandemi sudah sesuai dengan aturan Islam. Ketika suatu negeri menghadapi wabah, masyarakat harus dibatasi. Sejak awal MUI Sumbar sudah sepakat dan mendukung upaya pemerintah mengendalikan pandemi. Tapi kebijakan pemerintah jangan sampai membuat keluh kesah masyarakat," tutup Buya Gusrizal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel