MUI: Vaksin AstraZeneca Mengandung Babi, Tapi Boleh Digunakan

Bayu Nugraha, Syaefullah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa vaksin COVID-19 produk AstraZeneca hukumnya haram, karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripisin berasal dari babi.

Meskipun mengandung babi, Ketua Dewan Pimpinan MUI, Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pengunaan vaksin COVID-19 produk AstraZeneca pada saat ini dibolehkan (mubah) karena ada kondisi kebutuhan yang mendesak (hajah syar'iyyah) yang menduduki kondisi darurat syar'iy (dlarurah syar'iyyah).

Menurutnya, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya (risiko fatal) jika tidak segera dilakukan vaksinasi COVID-19.

"Ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity)," kata Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021.

Kemudian, ada jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah dan pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin COVID-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia.

"Pemerintah wajib terus mengiktiarkan ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci," ujarnya.

Ia juga meminta umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari COVID-19.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, bahwa Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 pada hari ini di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 8 Maret 2021.

Ia merinci, vaksin jadi dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton Jumlah satu juta seratus tiga belas ribu enam ratus vaksin ini adalah bagian awal dari batch pertama pemberian vaksin melalui jalur multilateral dimana di dalam batch pertama Indonesia akan memperoleh 11.704.800 vaksin.

"Dan pengiriman batch pertama akan dilakukan hingga Mei 2021 dan InsyaAllah menurut rencana akan diikuti batch-batch selanjutnya," kata Retno Marsudi dalam konferensi pers online dari Bandara Soetta.

Baca juga: Tepis Isu Pembekuan Darah, BPOM RI Restui Vaksin COVID-19 AstraZeneca