Mulai 1 Juni, Cek Saldo-Tarik Tunai di ATM Link Kena Biaya

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Bank di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepakat untuk memberlakukan biaya pada segala jenis transaksi di ATM atau Anjungan Tunai Mandiri. Kebijakan ini mulai akan berlak pada 1 Juni 2021.

Nasabah pemilik ATM bank BUMN, seperti Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN akan dikenakan biaya untuk transaksi di mesin ATM. Transaksi yang dikenakan biaya di antaranya pengecekan saldo hingga menarik uang tunai.

Besaran biaya untuk transaksi tarik tunai, cek saldo, maupun transaksi antarbank berbeda-beda setiap banknya. Namun pada 1 Juni 2021, transaksi cek saldo pada ATM Link yang berbeda dengan bank yang digunakan nasabah akan dikenakan biaya Rp2.500.

Untuk tarif tunai sendiri dikenakan biaya sebesar Rp5000. Lebih dari besaran biaya transfer antarbank yang semula dikenakan Rp4000. Biaya transaksi selain menggunakan ATM Link masih tetap sama, dengan cek saldo Rp4000, tarik tunai Rp7.500, dan transfer Rp6.500.

Alasan diberlakukannya biaya

Ilustrasi ambil uang di ATM (Gambar oleh Sebastian Ganso dari Pixabay)
Ilustrasi ambil uang di ATM (Gambar oleh Sebastian Ganso dari Pixabay)

Diberlakukannya biaya untuk setiap transaksi di ATM Link memiliki beragam alasan. Salah satunya yang dikemukakan BNI bahwa kebijakan ini menjadi salah satu cara bank BUMN untuk mendukung percepatan transaksi nontunai.

"Himbara juga mendukung program GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) di mana penyesuaian biaya transaksi tersebut untuk mengurangi ketergantungan masyarakat atas penggunaan uang tunai," ungkap Mucharom selaku Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Penyesuaian biaya transaksi merupakan bentuk komitmen Himbara untuk terus meningkatkan layanan perbankan inklusif, peningkatan keamanan dan kenyamanan dengan biaya yang terjangka bagi masyarakat.

Simak video berikut ini

#Elevate Women