Mulai Belajar Tatap Muka, Puluhan Santri di Pekanbaru Terpapar Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Sebanyak 29 santri di Pesantren Darel Hikmah Kota Pekanbaru terpapar Covid-19. Ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Riau setelah pemberlakuan belajar tatap muka terbatas di Bumi Lancang Kuning.

Kepala Polsek Tampan Komisaris Hotmartua Ambarita SIK menyebut kawasan di Jalan Manyar Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya itu, sudah ditutup. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga dibatasi.

Ambarita menyebut dirinya bersama kepala puskesmas, camat, bersama unsur terkait sudah mendatangi pesantren itu untuk berkoordinasi terkait penanganan klaster Covid-19 tersebut. Tes usap massal juga sudah dilakukan berikut rencana pemindahan santri positif ke fasilitas kesehatan.

"Dari koordinasi itu, pihak pesantren menyebut awalnya ada satu santri yang kehilangan indra penciuman," jelas Ambarita, Jumat siang, 19 Februari 2021.

Dari sini dilakukan pelacakan kontak terhadap teman santri itu, mulai dari yang sekamar ataupun yang kontak langsung dengan seorang santri tersebut.

Hasilnya diketahui ada 47 orang santri kontak langsung dengan satu santri tadi. Mereka semua menjalani tes swab hingga akhirnya 29 santri dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Dibawa ke Rumah Sakit

Ambarita menyebut 29 santri itu sudah menjalani perawatan ataupun isolasi mandiri. Sebanyak 13 santri dirawat di Rumah Sakit Aulia, 6 orang di Bapelkes dan sisanya atas permintaan sendiri menjalani isolasi mandiri.

"Ada 16 santri yang menjalani swab dan dinyatakan negatif sudah dipulangkan ke rumah masing-masing," jelas Ambarita.

Terkait klaster Covid-19 di pesantren ini, Ambarita meminta pihak sekolah untuk tidak belajar tatap muka lagi. Tujuannya, menghindari adanya penambahan santri terkonfirmasi Covid-19.

Jika nantinya ada penambahan kasus baru, Ambarita meminta pihak pesantren tidak memulangkan santri ke rumah. Hal ini untuk menghindari klaster baru di lingkungan keluarga.

"Semua pihak wajib menjalankan protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir," imbuh Ambarita.

Simak video pilihan berikut ini: