Mulai Hari Ini, Stasiun Cirebon Prujakan Layani Tes GeNose

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, menambah pemeriksaan GeNose di Stasiun Prujakan mulai tanggal 20 Maret 2021 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"KAI Daop 3 Cirebon akan menambah pelayanan pemeriksaan GeNose di Stasiun Cirebon Prujakan," kata Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Suprapto dikutip dari Antara, Sabtu (20/3/2021).

Suprapto mengatakan penambahan pemeriksaan GeNose di Stasiun Cirebon Prujakan itu, untuk memenuhi kebutuhan calon penumpang yang terus meningkat.

Dengan adanya penambahan pemeriksaan tersebut, kata dia, maka di wilayah Daop 3 Cirebon ada dua stasiun yang telah menyediakan layanan GeNose, yaitu di Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan.

"Untuk Stasiun Cirebon Prujakan layanan GeNose akan mulai dioperasikan pada Sabtu (20/3)," ujarnya.

Dia menambahkan sejak diluncurkan pada tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021, penumpang yang menggunakan layanan GeNose di Stasiun Cirebon mencapai 9.012 orang.

Sementara untuk layanan tes cepat antigen pada periode sama di Stasiun Cirebon mencapai angka 962 orang.

"Penyediaan pemeriksaan GeNose ini merupakan komitmen KAI terhadap kebijakan pemerintah, terkait persyaratan naik KA Jarak Jauh sesuai SE Satgas Covid-19 Nomor 7 tahun 2021 dan SE Kemenhub Nomor 20 Tahun 2021," katanya.

Suprapto mengatakan tarif pemeriksaan GeNose di stasiun akan mengalami penyesuaian, terhitung mulai Sabtu 20 Maret 2021, setelah sebelumnya selama satu bulan lebih diterapkan tarif khusus Rp 20.000.

"Mulai 20 Maret 2021 tarif pemeriksaan GeNose di stasiun adalah Rp 30.000," kata Suprapto.

KAI Layani Tes GeNose di Stasiun Jombang Mulai 20 Maret 2021 Besok

Petugas dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Menhub akan mengimplementasikan penggunaan GeNose C19 sebagai alat pendeteksi COVID-19 pada calon penumpang di terminal dan stasiun kereta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Menhub akan mengimplementasikan penggunaan GeNose C19 sebagai alat pendeteksi COVID-19 pada calon penumpang di terminal dan stasiun kereta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun menambah layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Jombang, setelah sebelumnya hanya tersedia di Stasiun Madiun.

"KAI akan semakin meningkatkan pelayanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun. Mulai Sabtu tanggal 20 Maret pemeriksaan GeNose C19 tersedia di Stasiun Jombang," ujar Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko dikutip dari Antara, Jumat (19/3/2021).

Secara nasional mulai 20 Maret 2021 KAI menambah sembilan stasiun yang menyediakan layanan GeNose C19. Enam stasiun di antaranya merupakan kerja sama antara KAI dan Farmalab, anak perusahaan Indofarma, yaitu Stasiun Bekasi, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Kutoarjo, dan Lempuyangan.

Adapun tiga stasiun lainnya adalah kerja sama antara KAI dengan Rajawali Nusindo yaitu Stasiun Semarang Poncol, Jombang, dan Sidoarjo.

"Dengan adanya penambahan ini, total stasiun yang melayani GeNose C19 di wilayah Daop 7 Madiun ada 2 stasiun, yaitu Stasiun Madiun dan Stasiun Jombang," kata Ixfan.

Secara keseluruhan pelayanan GeNose C19 PT oleh KAI menjadi 23 stasiun. Sebelumnya, terdapat 14 stasiun telah melayani pemeriksaan GeNose C19 yaitu Stasiun Pasar Senen, Gambir, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember, dan Ketapang.

Selain PT KAI juga akan menaikkan tarif pemeriksaan GeNose C19 dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Ixfan mengatakan penyesuaian tarif itu akan terhitung mulai Sabtu 20 Maret 2021 setelah 1 bulan lebih diterapkan tarif khusus atau pre-launching sebesar Rp20 ribu.

Tarif Tes GeNose di Stasiun Naik Jadi Rp 30 Ribu, Ini Alasan KAI

Petugas mendata calon penumpang saat dilakukan tes COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang kereta. (merdeka.com/Imam Buhori)
Petugas mendata calon penumpang saat dilakukan tes COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang kereta. (merdeka.com/Imam Buhori)

Tarif tes skrining Covid-19 GeNose di stasiun kereta api akan mengalami penyesuaian dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu per tes.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan, penyesuain tarif tes skrining Covid-19 ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan penerapan alat GeNose itu sendiri.

"Jadi itu kan waktu soft launching, Rp 20 ribu. Nah ini sudah dihitung-hitungkan, ini untuk memberi keberlangsungan terus, jadi Rp 30 ribu," ujar Didiek saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (18/3/2021).

Didiek melanjutkan, penetapan tarif GeNose pada prinsipnya mengikuti kebijakan dari Menteri Perhubungan. Yang pasti, GeNose diterapkan di stasiun sebagai salah satu alternatif tes skrining Covid-19 bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Didiek membeberkan, GeNose sendiri menjadi pilihan bagi masyarakat karena efektivitas dan efisiensinya. Menurut data KAI, tercatat sebanyak 218 ribu orang telah melaksanakan tes GeNose di stasiun kereta api.

"Intinya kami akan terus memberikan layanan transportai dengan protokol kesehatan. Salah satu opsi sesuai Surat Edaran Satgas adalah GeNose. Genose lebih diminati masyakarat karena lebih cepat, mudah, tidak sakit dan lebih terjangkau," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: