Multipolar Bakal Fokus Investasi Layanan Konsumen Berbasis Teknologi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Multipolar Tbk (MLPL) menegaskan pihaknya akan fokus menyuntikan dana ke beberapa perusahaan untuk berkembang.

Meski demikian, Direktur PT Multipolar Tbk Agus Arismunandar menegaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi perusahaan agar pihaknya tertarik investasi, salah satunya sistem teknologi.

"Untuk beberapa tahun ke depan ini, kita memfokuskan investasi kita ke layanan konsumen yang berbasis teknologi, termasuk retail. Kita akan melihat startup, pelaku perusahaan yang ada sekarang ini, mana yang cocok, kami juga terus mencermati kebutuhan konsumen di Indonesia, mana yang cocok dengan kebutuhan yang ada," katanya secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Tak hanya itu, Agus juga menyebut pasar ritel masih akan terus berkembang. Hal ini sejalan dengan jumlah penduduk Indonesia dengan penetrasi yang terjadi saat ini.

"Kalau kita lihat penduduk Indonesia 270 juta, kalau kita melihat penetrasi retail di Indonesia masih rendah, masih sekitar 19 persen, masih tergolong kecil di Filipina setahu saya di atas 30 persen, Malaysia bahkan di atas itu lagi, begitu juga Thailand. Singapura paling tinggi sudah mendekati 75 persen," ujarnya.

Generasi muda yang cukup mendominasi populasi di Indonesia juga menjadi salah satu keyakinan Multipolar bila pasar ritel akan semakin berkembang ke depan.

"Dengan rendahnya penetrasi ini, kami yakin bisnis ritel ini masih sangat menjanjikan ke depannya. Masih berprospek sangat cerah ke depannya. Apalagi kalau kita lihat semakin banyak generasi muda, yang banyak menggunakan sistem digital. Pandemi ini juga membuat banyak yang menggunakan sistem digital, jadi prospek retail modern, yang didukung dengan sistem digital masih akan baik sekali," tegasnya.

Merger Gojek-Tokopedia Jadi GoTo, Multipolar Kena Untung?

Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.
Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek diketahui menjadi pemegang saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola Hypermaret melalui entitas usaha PT Pradipa Darpa Bangsa. Pradipa menggenggam 4,76 persen saham MPPA. Tak heran mergernya Gojek dan Tokopedia sering kali dikaitkan dengan strategi yang akan dijalankan MPPA pada masa yang akan datang.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Multipolar Agus Arismunandar mengaku, pihaknya memiliki beberapa rencana terkait kinerja MPPA dengan GoTo di masa yang akan datang.

"Iya kita semua tahu, berita yang terakhir terkait masuknya beberapa investor baru di MPPA, untuk saat ini belum ada rencana konkrit yang sudah diputuskan, semuanya masih dalam tahap perencanaan, nanti kalau sudah ada rencana yang konkrit, kita akan informasikan kembali pada pasar," ujar dia secara virtual, Selasa, 25 Mei 2021.

Meski demikian, Agus enggan mengungkapkan secara detil apa dan bagaimana prospek serta strategi yang akan dijalan kan pihak MPPA dengan GoTo.

"Yang kemungkinan akan ada, antara MPPA dengan pihak GoTo (kerjasama). Namun sekali lagi semuanya masih dalam tahap perencanaan, jadi belum bisa bicara hal yang detail untuk hal ini," tuturnya.

PT Multipolar Tbk melepas 11,9 persen saham MPPA kepada tiga investor pada 6 April 2021. Tiga investor itu antara lain Panbridge Invesment Ltd sebesar 3,33 persen, PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76 persen dan Threadmore Capital Ltd sebesar 3,81 persen.

Melalui keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Multipolar Tbk menjelaskan, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Dompet Karya Anak Bangsa masing-masing memiliki 99,99 persen dan 0,004 persen saham PT Pradipa Darpa Bangsa. PT Pradipa Darpa Bangsa berdomisili di Jakarta Selatan dan bergerak di jasa aktivitas professional, ilmiah dan teknis.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini