Multipolar Bidik Pertumbuhan Penjualan hingga 15 Persen pada 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Multipolar Tbk (MLPL) menargetkan penjualan tumbuh 10-15 persen pada 2021. Hal ini didorong dengan meningkatkan nilai portofolio dan peluang investasi perseroan.

PT Multipolar Tbk mengantisipasi dampak pandemi COVID-19 yang masih akan terus berlanjut. Saat ini kasus COVID-19 masih meningkat di Indonesia.Pada Selasa, 20 Juli 2021 ada tambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 38.325 kasus.

Head of Finance PT Multipolar Tbk (MLPL) Merry Maryati menuturkan, perseroan akan berusaha mengelola kas dan mendorong nilai operasional dari portofolio, evaluasi dan eksekusi peluang investasi. Hal ini termasuk potensi kemitraan dan divestasi. Perseroan juga meningkatkan efisiensi operasional.

"Berdasarkan rencana itu perseroan meyakini penjualan akan tumbuh positif dengan target penjualan 10-15 persen pada 2021," ujar Merry saat paparan publik dikutip Rabu (21/7/2021).

Terkait investasi pada semester II 2021, Direktur PT Multipolar Tbk, Agus Arismunandar menuturkan, pihaknya membuat investasi dan menambah investasi yang sudah ada dan dinamis.

"Tapi kami terus memantau peluang yang ada, startup-startup menjanjikan, tepat kami investasi di situ," kata dia.Ia mengatakan, pihaknya juga mengukur investasi yang dilakukan dengan ada batasan dilakukan untuk memitigasi risiko.

Kinerja 2020 dan Gerak Saham MLPL

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Multipolar Tbk meraup penjualan Rp 10,27 triliun pada 2020. Realisasi pencapaian penjualan tersebut turun sekitar 15,99 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,32 triliun.

Beban pokok penjualan barang dan jasa turun dari Rp 9,88 triliun pada 2019 menjadi Rp 8,24 triliun pada 2020.Laba bruto turun sekitar 16,18 persen menjadi Rp 2,02 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,43 triliun.

Perseroan mencatat rugi tahun berjalan menjadi Rp 989,53 miliar. Angka ini menurun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,04 triliun.Aset tumbuh 5,2 persen menjadi Rp 15,68 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,28 triliun.

Total liabilitas naik 21,51 persen dari Rp 9,66 triliun pada 2019 menjadi Rp 11,71 triliun pada 2020. Total ekuitas turun 5,05 persen menjadi Rp 3,96 triliun pada 2020.

Gerak Saham MLPL

Pada penutupan perdagangan Senin, 19 Juli 2021, saham MLPL merosot 2,96 persen menjadi Rp 655 per saham. Saham MLPL dibuka stagnan di kisaran Rp 675 per saham.

Saham MLPL diperdagangkan di harga tertinggi Rp 685 dan terendah Rp 630 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.806 kali dengan volume perdagangan 1.887.668 kali dengan nilai transaksi Rp 121,7 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel