Mulut Sadis Khabib Nurmagomedov Hancurkan Tony Ferguson

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVAKhabib Nurmagomedov dan Tony Ferguson bagai dua kutub berlawanan yang tak pernah bertemu. Lima kali keduanya dijadwalkan, lima kali pula mengalami kegagalan.

Terakhir, Khabib dan Ferguson dijadwalkan bertarung pada April 2020, namun wabah virus Corona muncul sebagai biang kerok.

UFC memastikan tetap menggelar laga dan mencari venue pengganti. Berjalannya waktu, Khabib mendadak mundur, dia mengumumkannya setelah pulang ke Rusia.

Ketika itu, Rusia menutup semua akses keluar atau masuk negeri Beruang Merah tersebut. Khabib pun terkurung di negaranya.

Kini, Khabib telah pensiun. Kemungkinan keduanya bertemu pun sangat kecil meski Khabib santer dikabarkan akan comeback.

Petarung asal Rusia itu tak tertarik melawan Ferguson. Jika dirinya kembali ke panggung UFC, satu-satunya lawan yang ingin ia hadapi adalah Georges St-Pierre (GSP).

Ferguson bagi Khabib bukanlah lawan yang pantas untuk ia hadapi. Dia menilai, petarung 37 tahun bukan petarung elite UFC.

"Ferguson, saya tidak pernah menganggap dia petarung elite kelas ringan. Dia petarung bagus, tapi saya tidak pernah menghitung dia, karena sulit untuk menjadi petarung elite di usia 37," kata Khabib, dikutip RT.

"Dia melawan petarung muda dan top, Charles Oliveira dan Justin Gaethje. Keduanya menghajar dan mendominasi Ferguson. Hanya GSP yang membuat saya tertarik," sambungnya.

Khabib menambahkan alasan mengapa ia memandang El Cucuy bukan jagoan elite kelas ringan. Menurutnya, sejak 2016, Ferguson hanya menghadapi petarung yang ia anggap kurang bagus.

“Sejak 2016 dia melawan Kevin Lee, Edson Barboza, Anthony Pettis, dan Donald Cerrone. Keempat petarung ini mengalami 20 kekalahan selama empat tahun terakhir. Artinya sejak 2016, dia tidak melawan petarung yang bagus," ucapnya.

“Saya baru saja memimpikan pertarungan melawan Ferguson. Tetapi itu tidak ditakdirkan, kami mengalami cedera bergantian," jelasnya