Munarman, Orang Kepercayaan Habib Rizieq yang Dituduh Teroris

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan Sekum Front Pembela Islam (FPI) Manarman ditangkap. Polisi yang menangkap Munarman berasal dari satuan elite yakni Detasemen khusus antiteror 88 Polri. Munarman ditangkap karena diduga bagian dari jaringan teroris.

Banyak yang belum tahu sosok Munarman lebih dalam. Selain dikenal sebagai orang kepercayaan Habib Rizieq Shihab, Munarman merupakan seorang aktivis.

Pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, 16 September 1968 ini tercatat banyak menduduki sejumlah jabatan oragnisasi kemanusiaan.Sebelum bergabung dengan FPI, Munarman merupakan ketua YLBHI.

Dikutip VIVA dari berbagai sumber, Rabu 28 April 2021, karier Munarman dimulai saat ia bergabung dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Palembang sebagai sukarelawan pada tahun 1995, kemudian dipromosikan sebagai Kepala Operasional organisasi yang sama pada tahun 1997.

Kemudian ia beralih menjadi Koordinator Kontras Aceh pada tahun 1999-2000 dan tinggal di sana. Karier ini berlanjut hingga ia menduduki posisi Koordinator Badan Pekerja Kontras di mana ia kemudia berelokasi ke Jakarta dari Aceh.

Pada bulan September 2002, Munarman terpilih sebagai Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) setelah YLBHI mengalami kekosongan kepemimpinan selama sembilan bulan. Saat terpilih, Munarman unggul dengan perbandingan suara 17 dari 23 orang, mengalahkan Daniel Panjaitan yang saat itu menjabat Wakil Direktur YLBHI Jakarta.

Munarman sendiri dicalonkan oleh LBH cabang Palembang, Banda Aceh, dan Lampung, sementara Daniel dicalonkan oleh LBH Semarang dan Jakarta. Munarman dilantik pada bulan berikutnya dan berjanji akan menyatukan anggota-anggota yayasan sebagai langkah pertamanya dan ia dilantik pada bulan Oktober 2002.

Selain itu, Munarman dipecat dari jabatannya karena dianggap pemikiran dan sikapnya yang radikal, ia menolak Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai sistem demokrasi Indonesia, dengan keterlibatannya sebagai tokoh Hizbut Tahir Indonesia (HTI).

Munarman juga pernah tercacat menjadi calon anggota Legislatif 2014 yang diusung oleh Suryadharma Ali, Ketua Umum PPP saat itu. Namun Munarman tidak merespons.

Munarman semakin dikenal luas lantaran aksinya yang berani menentang pemerintah. Dia bahkan pernah menjadi tersangka dan masuk dalam DPO terkait insiden di Monas 1 Juni 2008.

Saat itu, Munarman bersama FPI memukuli peserta apel akbar AKK-BB dan merusak kendaraan bermotor di monas. Akibat kejadian ini, Munarman dihukum satu tahun enam bulan.

Bebas dari penjara, Munarman serius berorganisasi di FPI. Namun dia ditangkap lagi lantaran dianggap jadi bagian dari kelompok teroris karena menghadiri acara baiat di Makassar beberapa waktu lalu.