Munaslub putuskan perubahan nama Masika menjadi Pemuda ICMI

Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) berubah nama menjadi Pemuda ICMI yang diputuskan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa di Hotel Ambhara, Jakarta, Sabtu.

"Perubahan ini merupakan respons atas rekomendasi Muktamar ICMI sekaligus ikhtiar untuk menegaskan posisi para intelektual muda ICMI untuk bisa lebih kontributif bagi kerja-kerja keumatan dan kebangsaan. Sedangkan nama Masika selanjutnya akan tetap ada sebagai lembaga kajian di dalam Pemuda ICMI," ujar Ketua Umum Pemuda ICMI Dr. Ismail Rumadan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Masika yang didirikan pada 8 Oktober 1993 merupakan organisasi otonom yang mewadahi para intelektual muda di lingkungan ICMI. Adapun perubahan nama menjadi Pemuda ICMI merupakan respons atas keputusan dan rekomendasi Muktamar ICMI 2021 yang memasukkan organisasi kepemudaan di dalam struktur Majelis Pimpinan Pusat (MPP) ICMI.

Munaslub Masika ICMI dengan agenda tunggal perubahan nama dihadiri para pengurus nasional yang berkedudukan di Jakarta dan pengurus 29 organisasi wilayah. Munaslub digelar hybrid, yakni secara luring maupun daring.

Menurut Ismail, keputusan mengubah nama organisasi juga didasari oleh keinginan untuk bisa lebih berperan dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.

"Kita juga ingin menjalankan tugas yang melekat pada diri kita sebagai intelektual, khususnya pada peran keumatan dan kebangsaan. Ini adalah ikhtiar untuk beradaptasi, dengan mengubah dan mempertegas orientasi organisasi menjadi organisasi yang adaptif dan transformatif,” ucapnya.

Ketua Umum ICMI Profesor Arief Satria dalam forum munaslub mengatakan organisasi seperti Pemuda ICMI menghadapi tantangan yang tidak mudah ke depannya. Ritme dinamika perubahan kini semakin cepat dan terjadi bukan lagi dalam kurun abad, melainkan semakin pendek terjadi dalam hitungan dekade.

"Oleh karenanya, kita harus responsif dan adaptif dalam menghadapi perubahan yang serba cepat ini," ujar Rektor IPB ini.

Mantan Ketua Umum ICMI Profesor Jimly Ashiddiqie mengatakan cendekiawan adalah mereka yang peduli pada masalah-masalah sosial di sekitarnya dan turut berperan serta berkontribusi sosial.

"Oleh karena itu, Pemuda ICMI harus memberikan perhatian serius pada masa depan umat dan masa depan peradaban kita, serta ikut berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan global," ujar Jimly.