Muncul Isu Jual-Beli Jabatan Manajer Timnas U-19, Ini Tanggapan PSSI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Isu tidak sedap menerpa timnas U-19 Indonesia dan PSSI dalam beberapa hari terakhir. Berhembus rumor adanya jual-beli jabatan manajer timnas U-19 untuk perhelatan Piala Dunia U-20 2021.

Rumor jual-beli jabatan manajer timnas Indonesia ini mencuat setelah munculnya kuitansi yang bertuliskan 100 ribu dollar Singapura (Rp1 miliar) dengan keterangan sebagai "Pemesanan tiket Piala Dunia U-20", dengan nama Achmad Haris, dan diterima oleh Djoko Purwoko.

Foto kuitansi yang beredar di media sosial ini memicu isu liar sebagai uang 'setoran' supaya menjadi manajer timnas Indonesia pada Piala Dunia U-20 2021. Achmad Haris dikaitkan dengan Dodi Alex Noerdin yang dikabarkan ingin menjadi manajer timnas Indonesia.

Haris dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurutnya uang yang ditransfer merupakan urusan tiket pertandingan Piala Dunia U-20 2021 bukan untuk membeli jabatan manajer timnas Indonesia.

"Sekarang gini ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis? Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya," tutur Haris saat dihubungi media.

"Ya, bisa juga semacam itu [vendor]. Sekali lagi, ini bisnis tiket saja. Sudah biasa tuduhan-tuduhan seperti ini di sepakbola. Saya bukan orang politik, ini paling cuma politik orang-orang yang tidak suka Pak Dodi," lanjut Haris.

Menjatuhkan

Timnas Indonesia U-19 sedang menggelar pemusatan latihan. (PSSI).
Timnas Indonesia U-19 sedang menggelar pemusatan latihan. (PSSI).

Bantahan juga diberikan Djoko. Dia menilai isu ini dihembuskan untuk menjatuhkan PSSI.

"Mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus, jadi dicari-cari nama saya. Ini mungkin juga politik yang tidak suka PSSI. Kuitansi itu juga tidak ada kaitannya. Memang tidak boleh pesan tiket jauh-jauh hari? Saya pernah juga tinggal di luar negeri pesan tiket Liga Champions. Saya orang bola dan paham bagaimana pemesanan tiket," kata Djoko.

"Sangat bohong. Itu orang-orang politik dari pihak yang tak suka Pak Dodi dan pak Ketum PSSI [Mochamad Iriawan]. Saya juga pernah ada di Ketua Umum PSSI era Pak Edy Rahmayadi, kurang lebih begitu saja, polanya sama," imbuh Djoko.

Sekjen PSSI

PSSI juga telah angkat bicara soal isu jual-beli jabatan manajer ini. Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menanggapi dengan santai isu jual-beli jabatan.

"Biasanya isunya sampai puluhan miliiar, tumben ini hanya Rp 1 miliar. Sudah puluhan tulisan tentang masalah seperti ini beredar. Kami tidak pernah menanggapinya. PSSI sudah biasa dengan isu seperti ini. Jadi tidak butuh ada penjelasan dari kami," tutup Yunus Nusi.

Saksikan Video Menarik Berikut ini