Muncul Keluhan Baru Pengguna Apple iPhone

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sistem operasi seluler Apple, iOS 14 memiliki opsi untuk membatasi pengaturan waktu layar. Pengaturan tersebut termasuk pada konten dan bagian privasi, di mana orangtua dapat membatasi konten web dengan opsi 'unrestricted access', 'limit adult websites' dan 'allowed websites only'.

iPhone dan iPad akan secara otomatis memblokir kata 'Asia', jika pengguna mengaktifkan pemblokir bawaan untuk konten dewasa, mengutip dari situs Independen, Senin, 8 Februari 2021.

Opsi membatasi situs web dewasa akan membuat sistem mengendalikan Safari, serta browser web lainnya yang diinstal di iPhone, dari melihat konten yang menyertakan kata Asia di URL. Pembatasan juga berlaku untuk pencarian Google, termasuk sebuah kata.

Frasa seperti 'Makanan Asia' atau 'Negara-negara Asia' tidak dapat dicari selama pembatasan ini aktif. Pengguna akan mendapat pesan kesalahan yang berbunyi, "URL diblokir oleh filter konten".

Pesan tidak muncul saat menelusuri kata-kata 'hitam', 'putih', 'Arab', 'Korea', 'Prancis' atau 'siswi'. Padahal kategori tersebut juga menjadi populer di situs web pornografi. Sedangkan 'remaja', 'amatir' dan 'dewasa' akan tetap diaktifkan saat pengguna melakukan penelusuran.

Masalah ini ditemukan oleh pengembang iOS, Steven Shen, yang awalnya mengajukan laporan ke Apple pada Desember 2019, menyatakan bahwa filter Apple menunjukkan perilaku tidak benar atau tidak terduga. Tetapi sayangnya ia tidak menerima balasan dari perusahaan.

Pengaturan konten Apple ini juga tersedia di komputer Mac, yang mana menjalankan MacOS. Tetapi sistem ini memberi hasil pencarian yang berbeda. Pengguna akan tetap menemukan hasil untuk kata 'Asia', dalam arti tidak ada pembatasan rasial.

Tidak jelas bagaimana Apple memutuskan kata-kata mana yang termasuk atau tidak termasuk dalam label dewasa di iPhone dan iPad-nya.

"Saya pikir tidak mungkin seseorang sengaja membuat kode keras ini. Ini mungkin hasil dari artificial intelligence (AI). Mirip dengan bagaimana pengenalan wajah mengalami masalah pada orang dengan warna kulit lebih gelap," jelas Shen.