Muncul Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah Tetap Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah tak mengubah aturan penggunaan masker di lingkungan masyarakat meski sudah terdeteksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Saat ini, masyarakat masih diizinkan melepas masker jika berada di ruang terbuka dan tak ada kerumunan.

"Jadi kalau ditanya masker tetap. Kalau di luar ruangan kita bisa buka," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Senin (13/6).

"Tapi kalau di luar ruangan padat sekali, ada yang batuk-batuk, kita sendiri merasa tidak sehat, silakan memakai masker," imbuhnya.

Budi mengatakan, masyarakat bisa menentukan sendiri kapan harus menggunakan masker atau tidak. Pada pertandingan sepak bola misalnya. Bila penonton laga sepak bola sepi, maka diizinkan melepas masker.

"Tapi kalau ramai, desak-desakan, nyanyi-nyanyi, ya boleh pakai masker. Apalagi kalau di sebelahnya ada yang batuk terus, sebaiknya pakai masker," ujarnya.

Budi menekankan, memakai masker tidak menimbulkan kerugian. Penggunaan masker justru dapat melindungi diri sendiri dan orang lain.

Saat ini, telah terdeteksi delapan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Tiga di antaranya merupakan imported case (kasus impor) atau dibawa pelaku perjalanan luar negeri, sementara sisanya transmisi lokal.

Kasus impor ini masuk ke Indonesia saat perhelatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali pada Mei lalu. Dia kemudian menulari salah satu awak media yang meliput GPDRR asal Jakarta.

Budi mengatakan pascatemuan kasus Omicron BA.4 dan BA.5, pemerintah melakukan pemantauan. Hasil monitoring sementara, terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Bali. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel