Muncul Petisi Selamatkan Jurusan Bahasa Indonesia di Australia

·Bacaan 2 menit

Melbourne - Jurusan studi Bahasa Indonesia terancam dihapus di Universitas La Trobe, Australia. Alasannya adalah peminat yang sepi.

"Kami diberitahu secara resmi hari Rabu yang lalu tanggap 11 dan program-program Bahsa Indonesia, Hindi, dan Yunani akan dihapus pada akhir tahun 2021," ujar Linda Sukamta, koordinator program Indonesian studies di Universitas La Trobe kepada SBS, Senin (16/11/2020).

Linda berharap pemerintah Indonesia dapat memberikan bantuan. Linda juga meminta dukungan lewat petisi untuk menyelamatkan jurusan Bahasa Indonesia.

Petisi itu bertajuk: Save Indonesian Language Studies from being cut by La Trobe University!

Dalam petisi itu tertulis sejarah jurusan Bahasa Indonesia di Universitas La Trobe serta sumbangsihnya dalam kebudayaan.

"Studi Bahasa Indonesia telah ditawarkan oleh La Trobe sejak 1989, jurusan itu menyediakan jalan tak ternilai bagi mahasiswa-mahasiswa untuk memahami budaya, pemerintahan, dan masyarakat Indonesia, serta membangun kapasitas bekerja praktis untuk memakai Bahasa Indonesia dalam memilih jalan karier mereka," tulis petisi tersebut.

Klik di sini untuk mengisi petisi selamatkan Bahasa Indonesia di Universitas La Trobe.

Bahasa Penting untuk Hubungan Indonesia dan Australia

Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Petisi itu turut menyorot pentingnya faktor bahasa mengingat adanya perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Australia.

Jika jurusan Bahasa Indonesia dihapus, maka itu bisa mengurangi kesempatan lulusan Australia untuk terlibat dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia.

"Hilangnya Studi Bahasa Indonesia di La Trobe berarti kurangnya kemampuan lulusan Australia untuk berkontribusi dalam kemitraan ekonomi dan pembangunan yang semakin kuat antara kedua negara," tulis petisi itu.

Turut dijelaskan bahwa saat ini hanya ada 14 institusi yang menawarkan program Bahasa Indonesia di Australia, salah satunya di La Trobe. Jumlah itu berkurang dari tahun 192 ketika ada 22 dari 42 universitas Australia yang menawarkan program Bahasa Indonesia.

Berdampak ke Kawasan Indo-Pasifik

Sebuah jalan di Melbourne, Australia (3/8/2020). Negara Bagian Victoria mengeluarkan Status Darurat Bencana, sementara ibu kotanya, Melbourne memasuki pembatasan Tahap 4 dengan aturan yang lebih ketat sebagai upaya untuk membatasi pergerakan masyarakat dan penyebaran COVID-19. (Xinhua/Bai Xue)
Sebuah jalan di Melbourne, Australia (3/8/2020). Negara Bagian Victoria mengeluarkan Status Darurat Bencana, sementara ibu kotanya, Melbourne memasuki pembatasan Tahap 4 dengan aturan yang lebih ketat sebagai upaya untuk membatasi pergerakan masyarakat dan penyebaran COVID-19. (Xinhua/Bai Xue)

Pihak pembuat petisi juga berkata membiarkan jurusan Bahasa Indonesia dihapus akan berdampak pada kebijakan di kawasan Indo-Pasifik.

Australia dan Indonesia disebut memiliki kepentingan bersama dalam keamanan dan kesejahteraan di kawasan itu.

Rencananya jurusan Bahasa Indonesia di La Trobe akan dihapus pada akhir 2021. Bila itu dibiarkan, maka itu dianggap tak konsisten dengan kebijakan Australia di Asia.

"Jika proposal ini berlanjut, itu akan sangat tidak konsisten dengan fokus kebijakan nasional Australia pada Asia dan berisiko melemahkan begitu banyak progres yang telah dibuat antara relasi Indonesia-Australia," tulis petisi itu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: