Muncul Ruam di Wajah Bayi, Alergi ASI?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketika melihat ruam atau bercak kemerahan pada pipi bayi, banyak orang menduga hal itu disebabkan oleh air susu ibu. Pada bayi yang masih menyusu ASI secara eksklusif, hal tersebut mungkin terjadi ASI terkonaminasi alergen (penyebab alergi). Mommy Erizca Chrisnina dari Babyologist berbagi pengalamannya mengatasi ruam pada baby Alessa.

Pada bayi ASI apalagi ASI eksklusif mungkin Moms pernah melihat bercak kemerahan atau ruam di pipi bayi?

Nah, di sini saya ingin berbagi pengalaman karena ketika baby Alessa berusia 3 bulan mendadak timbul ruam kemerahan berbintik di pipi. Saat jadwal kunjungan ke dokter, dokter mengatakan kemungkinan baby Alessa alergi ASI karena saya mengonsumsi penyebab alergi (alergen) misalnya bahan makanan yang mengandung protein hewani tinggi seperti telur atau ikan laut.

Namun, setelah saya diet makanan-makanan tersebut, ruam di pipi baby Alessa tidak juga berkurang. Ternyata, ruam kemerahan di pipi bukan selalu karena alergi ASI ya Moms. Perlu Moms ketahui, ASI mengandung nutrisi seperti karbohidrat dan lemak, jika menempel pada kulit bisa menimbulkan ruam. Maka dari itu hal terpenting adalah menjaga kebersihan kulit si Kecil. Apalagi baby Alessa sedang pada tahap suka memasukkan tangan ke dalam mulut.

Hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kebersihan kulit anak:

1. Pastikan sprei dan sarung bantalnya dalam kondisi bersih, terutama jika si Kecil masih sering gumoh atau muntah.

2. Ketika bayi selesai menyusu dan ada ASI menempel di wajah terutama pipi, harus segera dilap atau dibersihkan dengan kapas atau sapu tangan yang dicelupkan ke air hangat. Kenapa harus air hangat? Agar lemaknya hilang ya Moms.

3. Rajin oleskan pelembap di bagian wajah yang kemerahan supaya kulit bayi tidak kering.

Salah satu produk yang direkomendasikan PureBB Rash Cream yang dipercaya mampu membantu mengatasi kemerahan akibat ruam. Pasalnya, PureBB Rash Cream mengandung zinc oxide 10% yang ampuh atasi masalah ruam, mulai dari ruam popok, ruam susu, hingga eksim pada bayi.

Apalagi, PureBB Rash Cream juga sudah diperkaya ekstra moisturizer berupa Jojoba Oil dan kandungan dexpantenol 5% yang berfungsi mempercepat penyembuhan ruam dan menjaga kelembaban kulit si kecil.

PureBB Rash Cream
PureBB Rash Cream

Tak hanya itu, Purebb Rash Cream juga sangat efektif dan efisien dengan complete double care (bekerja ganda) sehingga cepat mengatasi segala jenis iritasi dan ruam, dibandingkan dengan produk sejenis yang umumnya hanya memiliki satu jenis kandungan saja.

Kandungan Dexpanthenol berperan sebagai moisturizer yang berfungsi untuk merawat kelembutan kulit bayi dan Zinc Oxide sebagai zat aktif untuk membantu mengatasi ruam dan iritasi kulit bayi. Jadi aman untuk bayi.

Tenang, PureBB Rash Cream memiliki kandungan Low Hazard yang berarti sudah teruji efektif dan rendah risiko karena tidak meninggalkan efek samping pada kulit bayi. Bagi Ibu yang memiliki bayi dengan kulit sangat sensitif, PureBB Rash Cream memiliki pH yang sudah disesuaikan dengan kulit bayi.

Selain itu, cream ruam pada bayi ini juga tidak mengandung pengawet, parfum sintetis, alkohol, paraben dan bahan pengawet.dan diproduksi di perusahaan Farmasi. Produk PureBB Rash Cream. No rash, no scratch! Untuk informasi lebih kunjungi www.purepremiumcare.co.id.

4. Jika baby suka memasukkan tangan ke dalam mulut, bisa jadi tangan yang terkena liur menyentuh pipi. Pastikan sering-sering bersihkan tangan baby juga ya Moms.

Setelah menerapkan beberapa hal di atas, dalam waktu beberapa hari, bercak merah hilang dengan sendirinya. Kesimpulannya, tidak selalu bercak merah karena si Kecil alergi ASI. Namun, bila ruam diikuti gejala seperti kolik parah, perut tidak nyaman, bayi rewel, bisa jadi si Kecil alergi ASI. Sebagai penanganannya, hindari konsumsi produk seperti susu sapi, telur dan seafood.

Semoga bermanfaat.

(*)

Muncul Ruam di Wajah Bayi, Alergi ASI? > Artikel ini telah tayang sebelumnya pada 2 April 2019, 07:00 WIB.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel