Muncul Subvarian Covid-19 BA.4 dan BA.5, Kenali Karakteristiknya

Merdeka.com - Merdeka.com - Afrika Selatan telah mendeteksi subvarian Covid-19 baru berjenis BA.4 dan BA.5. Kedua varian ini belum terdeteksi di Indonesia.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman membeberkan karakteristik subvarian BA.4 dan BA.5. Dia menyebut, kedua varian ini membawa mutasi pada spike protein yang cukup mematikan.

Mutasi ini disebut juga L452R yang sebelumnya ditemukan pada Variant of Concern (VoC) seperti Delta, Epsilon, dan Lambda.

"Keduanya membawa mutasi di spike protein dari virus yang cukup mematikan dalam artian fatal," katanya kepada merdeka.com, Sabtu (7/5).

BA.4 dan BA.5 juga memiliki angka reproduksi lebih tinggi. Hal ini menunjukkan, BA.4 dan BA.5 lebih mudah menginfeksi dan berkembang. Selain itu, BA.4 dan BA.5 memiliki kemampuan menghindari imunitas. Baik imunitas yang terbentuk melalui vaksinasi maupun terinfeksi secara alamiah.

"Salah besar kalau mengatakan BA.4 dan BA.5 bisa kita abai meskipun kita sudah memiliki modal imunitas yang baik," ucapnya.

Kabar buruknya lagi, kata Dicky, BA.4 dan BA.5 dengan mutasi spike L452R bisa menginfeksi jaringan tissue (jaringan ikat) pada tubuh manusia. Dia memprediksi, keberadaan subvarian BA.4 dan BA.5 bisa memicu gelombang pandemi Covid-19 berikutnya.

Dicky menyebut, subvarian BA.4 dan BA.5 kini meluas. Bukan hanya di Afrika Selatan, tapi juga Amerika Serikat dan cenderung meluas di Asia. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel