Muncul Wacana AHY-Airlangga, Pengamat: Kualitatifnya Nggak Ketemu

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dinamika politik menuju Pemilu Presiden 2024 terus mencuat yang salah satunya muncul wacana duet Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Airlangga Hartarto. Duet ini awalnya disuarakan elite Demokrat.

Pengamat politik M Qadari menilai duet yang disuarakan Demokrat itu sulit teralisasi. Bahkan, kata dia, keinginan ini seperti halusinasi karena mengibaratkan seperti duet ayah AHY, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Jusuf Kalla.

Dia menjelaskan elektabilitas AHY saat ini berbeda jauh dengan SBY. Saat jelang Pilpres 2004, elektabilitas SBY meroket.

"Sebetulnya agak halusinasi ya kalau sebut pasangan AHY dengan Airlangga itu mengulangi kejayaan SBY-JK. Elektabilitas AHY itu jauh berbeda dengan SBY di tahun 2004 lalu," kata Qodari Selasa, 8 Juni 2021.

Qodari menambahkan usulan duet ini juga berat untuk Golkar yang memiliki perolehan kursi di DPR melebihi Demokrat merujuk hasil Pemilu 2019. Selain itu, wacana AHY-Airlangga juga akan sulit menang.

"Kasihan Partai Golkar yang punya kursi begitu banyak kalau dipasangkan dengan calon yang popularitasnya tanggung, elektabilitasnya tanggung," jelas Qadari.

Menurut dia, dengan perolehan kursi yang tinggi, sebaiknya Golkar mengusung Airlangga jadi capres 2024. Pun, ia menyarankan sebaiknya Ketua Umum Golkar itu diduetkan dengan figur yang punya elektabilitas tinggi.

"Lebih baik Golkar usung Airlangga jadi capres. Nah, kalau pun wacanakan Airlangga cawapres, capresnya mesti elektabilitas yang tinggi misal Prabowo," tutur Qadari.

Kemudian, Qodari menyinggung rekam jejak politik Airlangga dengan AHY. Kata dia, pengalaman Airlangga dengan AHY juga berbeda jauh.

Dia menyebut Airlangga yang sudah jadi anggota DPR, menteri, menteri koordinator hingga organisasi resmi lainnya jadi acuannya. Sementara, pengalaman politik AHY dinilainya belum lama.

"Ya kasihan Pak Airlangganya, kasihan Partai Golkarnya. Kalau bicara pengalaman juga jelas Airlangga jauh lebih banyak dibandingkan AHY. Jadi, itu sama saja kualitatifnya nggak ketemu, kuantitatifnya nggak ketemu juga," lanjutnya.

Elite Demokrat yang disuarakan Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Demokrat Syahrial Nasution mewacanakan duet ketumnya, AHY dengan Ketum Golkar, Airlangga Hartarto untuk Pilpres 2024. Menurut Syahrial, duet ini bisa mebantu perekonomian negara di masa mendatang.

Selain itu, ia bilang AHY-Airlangga bisa seperti mengulang masa gemilang SBY-JK saat periode 2004-2009.

"Koalisi Demokrat dan Golkar pd Pilpres 2024 berpeluang utk penyelamatan ekonomi di masa depan. Masa2 gemilang pemerintahan @SBYudhoyono dan @Pak_JK sangat mgkn diulang kembali oleh @AgusYudhoyono dan @airlangga_hrt. Kombinasi ini pun akan mampu mengembalikan demokrasi pd relnya," tulis Syahrial dalam akun @syahrial_nst yang dikutip pada Selasa, 8 Juni 2021.