Muncul Wasiat Penting Jenderal Soleimani Sebelum Tewas Dirudal Amerika

Bayu Adi Wicaksono

VIVA – Ternyata ada sebuah wasiat penting yang diutarakan almarhum komandan Pasukan Quds di Pengawal Revolusi Iran, Jenderal Qassem Soleimani sebelum tewas dirudal drone militer Amerika di Bandara Internasional Baghdad.

Wasiat itu dikirimkannya kepada Muhammad al-Dhaif, komandan Brigade Qassam, pasukan militer Hamas.

Dalam laporan khusus dari TV Lebanon Al-Mayadeen, seperti dilansir AMN Rabu 20 Mei 2020, mereka mengungkapkan bahwa Soleimani telah mengirim pesan kepada Dhaif, di mana ia mengatakan bahwa Iran tidak akan pernah meninggalkan Palestina sendirian, tidak peduli seberapa besar tekanan akan tumbuh, dan pengepungan akan diperketat.

Soleimani menggambarkan Muhammad al-Dhaif sebagai "martir hidup dan penganiaya pemberani," mengatakan bahwa ia "meyakinkan semua orang bahwa Iran tidak akan meninggalkan Palestina sendirian."

Dalam pesannya, Jenderal Qassem Soleimani berpidato pada Dhaif dan berharap perdamaian di atas kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, menggambarkannya sebagai pejuang perlawanan, menekankan bahwa membela Palestina adalah suatu kehormatan. Siapapun yang memusuhi Palestina adalah musuh bersama.

"Saya harap Tuhan akan membantu kami datang ke sisi Anda, dan memberi tahu kami harapan kami akan mati syahid di jalan Palestina," kata Solaeimani di pesan terakhirnya.

Jenderal Soleimani tewas dalam serangan pesawat tanpa awak Amerika awal tahun 2020 tepatnya 3 Januari. Dia tewas setelah mobil yang ditumpanginya ditembak Amerika pakai rudal.

Baca: Dunia Gempar, Arab Saudi Dituduh Khianati Palestina dan Negara Islam