Muncul Zona Merah usai Lebaran, Jawa Barat Gencarkan Tes COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah provinsi Jawa Barat meningkatkan pemeriksaan untuk deteksi dini penularan COVID-19 usai libur lebaran Idul Fitri. Pemda Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota melakukan 3.400 tes secara acak per hari di 17 titik perjalanan.

“Semuanya kita antisipasi dengan random sampling [rapid test] antigen di 17 titik. Hal itu juga terus kita lakukan. Tes kita kan ada dua lapis: di jalan itu terjadi di 17 titik dikali 200 pengetesan per hari,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selasa, 25 Mei 2021.

Dengan pemeriksaan secara acak, Gubernur berharap sepulangnya warga dari kampung halaman mereka status COVID-19 mereka dapat diketahui apakah reaktif atau tidak. Jika reaktif, maka wajib diperiksa dengan metode yang lebih akurat, yakni PCR.

“Dengan begitu, katakanlah dia kena COVID-19, ketika balik lagi ke tempat asalnya, jangan sampai merugikan RW tempat dia bekerja. Karena total yang positif [COVID-19], menurut laporan, ada sekitar 150 orang, mayoritas di perjalanan dan di tempat pariwisata,” ujarnya.

Ridwan telah menginstruksikan posko RT/RW untuk melaporkan warganya yang diam-diam mudik ke kampung halaman. “Kalau hilang berarti mudik; kalau muncul lagi setelah hilang selama lebaran, itu wajib dilaporkan dan dijadikan subjek pengetesan di level PPKM Mikro.”

Sebanyak 17.000 pemudik nakal dan lolos penyekatan pada periode pelarangan mudik dan pengetatan perjalanan yang baru berakhir 24 Mei mesti dikarantina. Gubernur mengapresiasi kinerja posko RT/RW yang sigap merespons kedatangan pemudik di lingkungan mereka dengan menyuruh mereka mengarantina sendiri di rumah masing-masing atau menyediakan ruang–ruang isolasi, selama lima hari sesuai instruksi pemerintah pusat.

Selama kampanye pelarangan mudik dan pengetatan perjalanan pada 6-24 Mei 2021, tercatat sebanyak 220.000 kendaraan diputarbalikan petugas. Kendaraan yang keluar dari Jawa Barat sebanyak 300 ribu dan yang masuk hampir sama jumlahnya. Diperkirakan ada 30 ribu kendaraan yang belum kembali sampai hari ini.

“Jadi kita akan fokus seminggu ke depan di Kota Cirebon. Karena kita duga Kota Cirebon menjadi tujuan perlintasan mudik, dan juga memang destinasi pariwisata. Jadi kita akan melakukan proses pergerakan untuk memastikan Kota Cirebon kembali tidak merah,” katanya.

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat bahwa cara yang paling efektif untuk mencegah penularan COVID-19 ialah dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan jauhi kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.


#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel