Munculnya Aktivitas Berbasis Syariah, Bangkitkan Ekonomi Umat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Palembang (31/7). Dewan Pimpinan Wilayah LDII Provinsi Sumatera Selatan menghelat webinar bertajuk "Kontribusi Ormas Islam Terhadap Kebangkitan Ekonomi Umat" Kamis (29/7). Dengan menghadirkan Bendahara PW Muhammdiyah, Sumsel, Yudha Mahrom Darma Saputra.

Menurutnya, munculnya aktivitas berbentuk syariah di berbagai sektor dapat membantu dalam mengembangkan ekonomi umat. “Kesadaran masyarakat yang tinggi, berbagai strategi untuk memunculkan kebangkitan ekonomi umat dapat dilakukan. Kini, banyak bermunculan aktivitas berbasis syariah seperti hotel syariah, sekolah islami, toko/mini market syariah, perbankan syariah bahkan LDII ada yang namanya BMT, ujar Yudha.

Munculnya aktivitas bisnis yang dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai keislaman (syar’i) dapat menimbulkan gelombang positif di kalangan umat. "Bagaikan kebutuhan jasmani dan rohani yang tak dapat dipisahkan, seperti halnya ekonomi umat yang berkaitan dengan nilai-nilai agama dan sosial," kata Yudha.

Dengan menanamkan sifat wirausaha pada setiap individu, sesama umat saling bermitra, maka masalah ekonomi umat dapat diselesaikan. Untuk itu, membangun kesadaran ekonomi umat, mengembangkan sikap, perilaku, dan etika bisnis islami, meningkatkan kapabilitas anggota selaku pelaku pengusaha, dan membentuk dan mengembangkan kelembagaan dalam masyarakat di bidang ekonomi merupakan strategi untuk menghadapi masalah ekonomi yang terjadi saat ini.

Selain itu, membangun ekonomi umat juga dapat dilakukan dengan menerapkan sistem ekonomi Islam, persatuan umat, penyadaran zakat dan pengelolaannya.

Yudha yang sekaligus Dekan FE UMP, berharap setelah webinar ini, ormas-ormas Islam mampu menjalin ukhuwah Islamiyah dengan berkontribusi, bersatu mengembangkan dan membangun ekonomi umat, dan mampu menjalankannya sesuai aturan-aturan Islamiyah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel