Munculnya Varian Mu Virus Corona Penyebab Covid-19, Indonesia Perketat Karantina hingga Syarat Vaksin

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Virus Covid-19 diketahui telah bermutasi dan melahirkan beberapa varian baru. Beberapa varian disebut lebih menular. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa virus Corona berubah dengan cara meningkatkan kemampuan resistensinya untuk menyebar yang dapat menimbulkan penyakit yang lebih parah.

Salah satunya ialah kemunculan varian Mu yang telah diamati atau masuk kategori Variant of Interest (VoI) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 30 Agustus 2021. Diketahui, varian Mu telah dideteksi pada 39 negara yang tersebar di berbagai belahan dunia. Untuk mencegah penularan virus mutasi ini, Indonesia pun mengetatkan kebijakan karantina hingga persyaratan vaksin.

Dilansir dari laman Liputan6.com, Kamis (9/9/2021), hasil data Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan per 6 September 2021, varian Mu tidak/belum ditemukan di Indonesia. Meski begitu, Pemerintah terus melakukan pemantauan di pintu-pintu masuk Indonesia

"Dalam hal ini, Pemerintah senantiasa berupaya mencegah masuknya varian baru dari luar Indonesia melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry dan exit testing, serta persyaratan vaksin," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta". Dikutip dari Liputan6.com, Kamis (9/9/2021).

Pemerintah juga berusaha mencegah munculnya varian virus Corona baru di dalam negeri melalui strategi vaksinasi dan berbagai kebijakan menyeluruh yang mampu menekan angka kasus Covid-19.

"Tentunya, hal ini hanya dapat berhasil, jika dibarengi dengan peran aktif masyarakat yang tetap mempertahankan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak) dan divaksinasi," imbuh Wiku.

Pemeriksaan WGS bagi Pelaku Perjalanan

Sejumlah penumpang pesawat berjalan keluar dari Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/5/2021). Berdasarkan data pengelola Bandara Soekarno Hatta pada hari pertama ascalarangan mudik, tercatat ada 76.942 pergerakan penumpang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah penumpang pesawat berjalan keluar dari Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/5/2021). Berdasarkan data pengelola Bandara Soekarno Hatta pada hari pertama ascalarangan mudik, tercatat ada 76.942 pergerakan penumpang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate menekankan, Pemerintah bergerak cepat dalam mengantisipasi masuknya Varian Mu dengan meningkatkan pengawasan di seluruh area pintu masuk Indonesia.

"Pengawasan dilakukan di pintu masuk, seperti bandara dan pelabuhan. Semua ini dilakukan agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga COVID-19," tegas Plate melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (7/9/2021). Dikutip dari Liputan6.com, Kamis (9/9/2021).

Pemeriksaan WGS dilakukan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan ke negara dengan tingkat penyebaran Varian Mu tinggi. Misal, Kolombia, Jepang, India, Hongkong, dan Ekuador.

Kementerian Kesehatan mencatat, Varian Mu telah ditemukan di 46 negara.

"Namun, varian ini belum ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia," lanjut Plate.

Penularan virus Covid-19 ini tidak bisa kita sepelekan begitu saja, apalagi dengan bertambahnya varian mutasi dari virus Covid-19 yang lebih berbahaya. Untuk membantu upaya pemerintah menekan angka penyebaran virus Covid-19, kita bisa memulainya dari langkah-langkah kecil dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Selalu ingat pesan ibu, ya, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan hindari kerumunan. Dengan menjaga kesehatan, kita jaga telah menjaga keluarga kita.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel