Mundur dari Persik di BRI Liga 1, Joko Susilo: Suasana di Tim Harmonis, tetapi...

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bandung - Kebersamaan Joko Susilo dengan Persik Kediri hanya seumur jagung. Pada pekan keenam BRI Liga 1 yang ditutup laga Persik kontra PSS dengan skor 0-0 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (3/10/2021), jadi perpisahan Joko Susilo dengan Andri Ibo dkk.

Mantan arsitek Arema FC itu legawa dengan keputusannya mundur dari jabatan pelatih kepala Macan Putih, julukan Persik Kediri.

"Secara pribadi, saya minta maaf kepada manajemen, pemain, dan, khususnya Persikmania. Karena saya belum bisa memberikan yang terbaik. Demi kebaikan semua, saya terpaksa harus mundur dari Persik. Semoga ke depan tim ini makin baik di Liga 1 nanti," ucap Joko Susilo.

Pria yang akrab disapa Getuk ini mengungkapkan sebenarnya hubungan dan situasi di internal tim sangat harmonis.

"Hubungan kami sehari-hari antara manajemen, tim pelatih, dan pemain sangat baik. Bahkan seperti keluarga. Tapi saya tak tahu di luar pendapat kok berbeda," ujar Joko Susilo.

Keputusan Wajar

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo. (Bola.com/Joko Susilo)
Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo. (Bola.com/Joko Susilo)

Namun, pria yang domisili di Malang itu menganggap wajar seorang pelatih keluar dan masuk sebuah klub.

"Saya sudah lama berkecimpung di sepak bola Indonesia. Sebagai seorang profesional, saya tahu risiko sebagai pelatih. Saya anggap wajar, jika sekarang saya harus berpisah dengan Persik," tuturnya.

Sementara itu, Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Befagih, megatakan manajemen memiliki sejumlah pertimbangan untuk mengakhiri kerja sasma dengan mantan arsitek Arema FC itu. Satu di antaranya adalah evaluasi lima pertandingan pertama Persik di BRI Liga 1 2021/2022.

"Hari ini menjadi pertandingan terakhir Coach Joko Susilo mendampingi tim," ujar Hakim Bafagih dalam rilis resmi klub, Minggu (3/10/2021).

Sudah Buat Kesepakatan

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo (kiri) melakukan protes kepada hakim garis saat anak buahnya dilanggar dalam kotak pinalti dimenit akhir pertandingan. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo (kiri) melakukan protes kepada hakim garis saat anak buahnya dilanggar dalam kotak pinalti dimenit akhir pertandingan. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Dalam evaluasi tersebut, Hakim Bafagih mengungkapkan pengurus klub sudah membuat kesepakatan dengan Coach Getuk saat pertama kali menjalin kontrak pada awal musim. Pihaknya memberikan target kepada sang pelatih dengan parameter yang telah disetujui bersama.

Setelah lima laga dijalani, menurut Hakim, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu belum mencapai target yang ditetapkan oleh manajemen Persik Kediri. Hal itulah yang menjadi dasar manajemen menghentikan kerja sama.

Hakim Bafagih menyatakan hubungan manajemen Persik Kediri dan Joko Susilo tetap berjalan baik. Sebelum keputusan tersebut dibuat, manajemen sudah berkomunikasi dengan pelatih kelahiran Blora, Jawa Tengah itu.

"Komunikasi berjalan baik. Kami mengakhiri hubungan kerja sama ini dengan baik-baik," ungkap Presiden Persik Kediri itu.

Untuk kerja keras yang sudah diberikan di Persik, Hakim Bafagih mengucapkan terima kasih kepada Joko Susilo. Dia berharap Getuk bisa sukses dalam perjalanan karier kepelatihannya ke depan.

Sementara ini, manajemen Persik menunjuk asisten pelatih Alfiat untuk menggantikan posisi Getuk sebagai caretaker. Alfiat akan memimpin skuad Persik sampai manajemen menetapkan pelatih kepala yang baru.

Yuk Tengok Posisi Persik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel