Murka, Anak Kandung Gugat Ibunya karena Harta Warisan

·Bacaan 3 menit

VIVA – Sebagai seorang anak sudah layaknya kita berbakti kepada kedua orangtua. Segala kebaikan yang orangtua berikan pada anaknya itu menjadi bukti nyata begitu tulusnya cinta mereka.

Orangtua memberikan semua cintanya dengan merawat, mengasihi serta mendidik anaknya. Semua yang dilakukan oleh mereka tanpa meminta balas jasa pada anaknya. Oleh karena itu, sepatutnya sebagai anak kita juga bisa memperlakukan mereka dengan baik serta memuliakannya. Bukan justru sebaliknya, menelantarkan dan mengabaikan mereka begitu saja.

Seperti baru-baru ini tengah viral video unggahan ulang akun @omg.indonesia.id yang dilansir dari akun Facebook milik Salman Al Faiz. Di mana dalam video tersebut terlihat seorang ibu sedang menangis menceritakan sang anak, yang telah tega menuntut ibu kandungnya sendiri ke pengadilan.

Ibu kandung digugat paksa oleh anaknya lantaran harta milik ibunya ingin dirampas dan diminta paksa. Alih-alih sang anak meminta hak warisan bagian miliknya, padahal sang ibu masih hidup. Tidak hanya itu, yang memalukan dan memilukannya lagi sang ibu dibuat kesana kemari demi mencari perlindungan hukum lantaran perbuatan anaknya sendiri.

Hingga pada akhirnya seperti pada video tersebut, sang ibu meminta perlindungan hukum kepada pria yang bernama Salman Al Faiz untuk membantu menyelesaikan masalahnya.

"Saya tidak bicara urusan salah benar , saya cuma heran masih ada hari gini anak kandung menutut Ibu nya sendiri yang mengandung nya berbulan bulan , air susuh nya kita minum yang membesarkan kita , yaa Allah ......saya sebagai anak jgn hartaku , nyawaku saja saya ikhlas kan buat ibu yang telah mengandung saya," tulis Salman Al Faiz

Tak bisa lagi membendung air matanya, sang ibu pun terus menangis sambil menceritakan kronologi sebenarnya kepada pria yang ada dalam video itu.

"Jadi siapa yang tuntut? anak kandung kah?," tanya pria dalam video.

"Iya anak kandung. Enggak tahu perjanjian bagi dua. Bahkan sudah tiga kali (mau) diambil sama terakhir anaknya masih baik. Kenapa baru saat-saat sekarang. Kemana kamu puluhan tahun mulai aku kandung kau (anak) sampai saya lahirkan saya betul-betul menderita saya tidak pernah diberikan kesenangan," kata sang ibu sambil menangis,

"Apa salah pak, ya allah kalo ada salah saya ya allah. saya minta tobatkanlah saya, sadarkanlah anak-anak saya. Bagaimana pun dia darah dagingku pak," ungkap sang ibu.

"Ya, tapi darah daging ko bisa ibu kandung dituntut punya urusan warisan," jawab pria tersebut.

" Bukan warisan yang dituntut pak, tapi hasil keringat saya.

"Satu-satunya saya perempuan, siang saya bawakan padi sore baru saya pulang, saya pulang menjual es dan saing saya suruh anak-anak menjual es. Saya dituduh-tuduh begini ya ampun ya allah," lanjut ibu yang dituntut oleh anak kandungnya.

Setelah menceritakan asal muasalnya, pria dalam video itupun mengatakan menyanggupi untuk memberikan perlindungan hukum dan membantu melakukan mediasi antara ibu tersebut dengan pihak anaknya yang menggugat.

Setelah video unggahan ulang akun @omg.indonesia.id yang dilansir dari akun Facebook milik Salman Al Faiz menjadi viral dan menjadi perbincangan warganet di dunia maya. Banyak warganet pun menyayangkan sikap anaknya yang tega menutut ibu kandungnya soal warisan.

"Astagfirullah nak, kamu ini lahir nya netes dari kinderjoy kah? ????," tulis precious_maharsemarang

"Udahh.. Air susu ibu yang udah dia minum suruh balikin semua aja!!! Kalo perlu ajak totalan semua biaya yang udah orang tuanya keluarin buat ngasuh dia dari bayi sampe sekarang mulai dari makan, minum, sekolah, uang jajan dll! Suruh balikin semua aja!!! Mampu kagak!!!" ujar dwita_puspa

"Wujud anaknya tolong di display di etalase, biar dibacakan mantra oleh netijen," tulis
ary.yudii

"Tolong pak sebisa mungkin bantu ibu itu gak tegah aku lihatnya," tulis Sijaya Responsibility

"Semoga ibu ini mendapatkn prlindungan yg layak," ujar Dewi GhaGha

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel