Museum dan Galeri Seni SBY ANI jadi Bukti Cinta untuk Pengrajin Lokal

Fimela.com, Jakarta Memiliki museum dan galeri seni merupakan keinginan mendiang Ibu Ani Yudhoyono yang belum terwujud semasa hidup. Wacana tersebut pun tak pernah surut dari pembahasan istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono termasuk saat ia menjalani perawatan dan berjuang melawan penyakit sebelum akhirnya berpulang.

Meski tak bisa mewujudkan cita-cita mendirikan museum dan galeri seni, keluarga pun merealisasikannya. Maka tanggal 22 Februari 2019 menjadi momen bersejarah di mana peletakan batu pertama yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur.

Pacitan dianggap sebagai tempat paling cocok untuk mendirikan museum sebagai kota kelahiran sang suami SBY serta kota kecil yang dicintai almarhumah. Nantinya museum akan dibagi menjadi dua klaster besar yaitu museum dan galeri seni.

Galeri seni menjadi klaster khusus untuk Ani Yudhoyono yang akan diisi dengan koleksi seni prbadi. Di antaranya lukisan, patung, kain batik, kain tenun, dan seni kriya yang tak terhitung jumlahnya.

Sampai-sampai kecintaan Ani terhadap kain Nusantara dituangkan dalam bentuk buku. Di antaranya "Batikku: Pengabdian Cinta Tak Berkata" dan "Berkebaya Ala Ani Yudhoyono".

 

 

Kecintaan pada Warisan Budaya

Cita Tenun Indonesia 2018 (Windy Sucipto/Fimela.com)

Kecintaan Ani Yudhoyono pada warisan budaya terutama kain batik dan tenun dibuktikan dengan selalu menyempatkan diri hadir di berbagai pameran seni kriya. Tiap tahun sederet acara rutin disambangi untuk mengapresiasi dan mendukung pengrajin lokal.

Ia berharap agar budaya berkarya pengrajin tetap hidup dan nilai seni lokal terus lestari. Ia pun mulai mencontohkan melestarikan wastra nusantara dari diri sendiri dan keluarga, termasuk mengenalkan pada cucu perempuan termudanya Gayatri Idalia Yudhoyono.

Gayatri merupakan putri bungsu Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas yang sekaligus menjadi salah satu inisiator dan terjun langsung dalam pembangunan museum dan galeri seni orangtuanya. Museum dan galeri seni rencananya akan selesai dan bisa dinikmati publik pada tahun 2022 atau 2023.

 

#ChangeMaker