Museum Digital Bekasi mulai dibuka untuk umum

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meresmikan Museum Digital Gedung Juang Bekasi di Jalan Sultan Hasanudin, Desa Setiadarma Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (19/3) malam ini.

"Masyarakat umum mulai besok sudah dapat mengunjungi museum ini," kata Eka usai meresmikan museum.

Eka mengatakan bangunan sarat sejarah ini kini tampil dengan wajah baru yang mengusung konsep museum digital setelah dilakukan proses revitalisasi.

Tampilan baru ini, kata dia, diharapkan mampu memperkenalkan sejarah Kabupaten Bekasi kepada masyarakat khususnya anak-anak, serta remaja untuk lebih mencintai Kabupaten Bekasi.

"Konsep museum digital ini menjadi daya tarik baru bagi masyarakat. Saya berharap kedepannya masyarakat bisa lebih mencintai Kabupaten Bekasi dengan tahun sejarahnya dan tentu dapat bangga punya destinasi wisata budaya yang ada di daerah kita," ungkapnya.

"Semoga hadirnya museum ini menjadi spirit baru masyarakat untuk berjuang bersama demi kemajuan Kabupaten Bekasi," imbuh dia.

Eka mengajak segenap masyarakat untuk berwisata ke Museum Digital Bekasi agar dapat mengenang sejarah Bekasi dari sebelum masa perjuangan hingga masa kemerdekaan.

Dirinya juga menekankan agar para pengunjung menerapkan protokol kesehatan dengan ketat agar terhindar dari penyebaran COVID-19. Selain menerapkan 5M, jumlah pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas yang ada.

"Besok dibuka untuk umum, tentu dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan," katanya.

Museum Bekasi memiliki dua lantai dengan 10 area yang menyajikan sejarah Kabupaten Bekasi dari masa ke masa dengan mengusung tampilan teknologi digital yang modern. Pagar menjulang yang awalnya melingkari area gedung kini tidak lagi, digantikan dengan plasa luas dengan paving blok.

Di plasa itu dihiasi lampu taman, serta tugu Candrabhaga. Ditengah-tengah area itu juga ada kolam besar yang berlatar langsung dengan bangunan Gedung Juang itu sendiri. Di sisi kiri area dibangun ornamen berlatar batu bata merah dengan tulisan Museum Sejarah. Begitu juga di sisi kanan area dengan tulisan berwarna putih Gedung Juang.

Revitalisasi Museum Bekasi memakan waktu satu tahun dengan menghabiskan anggaran yang bersumber dari APBD Murni 2020 sebesar Rp36,9 miliar serta alokasi anggaran tambahan di APBD Perubahan sebesar Rp3,5 miliar.

Baca juga: Kemendikbud tawarkan layanan museum digital
Baca juga: Stafsus Presiden: Pandemi momentum maksimalkan digitalisasi museum
Baca juga: Panglima TNI letakkan batu pertama renovasi Museum Satria Mandala