Museum Macan lanjutkan misi pendidikan seni lewat penggalangan dana

Museum Macan (Modern and Contemporary Art in Nusantara) mengatakan pihaknya melanjutkan misi untuk mendukung program pendidikan dan komunitas museum melalui acara penggalangan dana “2022 Macan Gala”.

Direktur Museum Macan Aaron Seeto mengatakan pendidikan seni merupakan misi utama Museum Macan dengan program yang telah dikembangkan selama lima tahun terakhir. Menurut dia, program pendidikan itu telah membawa dampak positif bagi guru dan siswa dengan 67,7 persen cakupan geografis di Indonesia.

“2022 Macan Gala adalah platform yang baik untuk mendukung misi ini dan kami berharap mendapatkan lebih banyak dukungan dari para individu dan perusahaan yang berbagi visi yang sama terhadap seni dan pendidikan,” kata Aaron melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Selasa.

Acara “2022 Macan Gala” telah digelar pada Senin (21/11) malam di Four Seasons Jakarta Hotel. Sebuah Lelang Amal diselenggarakan dengan melibatkan karya seni yang disumbangkan oleh perupa ternama Indonesia dan perwakilannya, pendant Happy Hearts dari The Time Place, dan satu botol wine. Lelang amal ini dipandu oleh Phillips, rumah lelang ternama di dunia.

Lelang Amal pada “2022 Macan Gala” melibatkan karya seni dari perupa ternama Indonesia antara lain Agus Suwage, Eko Nugroho, Nadiah Bamadhaj, Syagini Ratna Wulan, dan Uji ‘Hahan’ Handoko. Selain itu ada pula sebuah liontin dari Chopard dan satu botol wine dari Prancis.

Menurut Museum Macan, hasil dari penyelenggaraan “2022 Macan Gala” akan digunakan untuk pengembangan program pendidikan dan komunitas di Museum Macan, seperti program jangkauan sekolah, kunjungan untuk anak usia sekolah melalui tur anak-anak yang diselenggarakan secara rutin dan tur khusus yang dipandu oleh kurator, lokakarya membuat karya seni, wicara, kuliah umum, dan pemutaran film.

Ketua Yayasan Museum Macan Fennessa Adikoesoemo mengatakan pihak museum telah bekerja sama dengan para guru untuk mengembangkan materi pendidikan berkualitas yang dapat diintegrasikan dengan kurikulum pendidikan di Indonesia serta memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menjelajah pameran yang sedang berlangsung di museum melalui tur untuk edukator, wicara, dan diskusi.

Selain itu, imbuh Fennessa, Museum Macan juga memberikan komisi kepada perupa untuk membuat karya seni yang didedikasikan untuk anak-anak dan keluarganya, yang tidak hanya dapat dinikmati di museum, namun juga secara daring.

“Menginjak tahun kelima, dengan dukungan tanpa henti dari para patron, partner, dan partner, kami berharap untuk dapat terus melihat pertumbuhan yang berkelanjutan dalam mengakses program pendidikan seni yang berkualitas di tingkat nasional—membantu kami membuat perbedaan dan mengubah masa depan ribuan generasi muda,” kata dia.

Karpet merah “2022 Macan Gala” turut dihadiri oleh ambassador dan selebritas di antaranya Afgan, Agatha Suci, Andini Effendi, Asmara Abigail, Chitra Subyakto, Cissylia Stefani van-Leeuwen, Dimas Beck, Felix Tjahyadi, Jerome Kurnia, Kelly Tandiono, Lukman Sardi, Neysa Soediro, Rossa, Sheila Dara Aisha, dan Vidi Aldiano.

Selain menyajikan jamuan makan malam untuk tamu undangan, “2022 Macan Gala” juga menghadirkan kembali THE 8 X JEFF KOONS, sebuah mobil BMW dengan desain paling rumit dalam sejarah art car. Sebelumnya, mobil ini telah dipamerkan di Museum Macan pada 26 Oktober hingga 6 November 2022.

Baca juga: Museum Macan hadirkan pameran karya perupa Jepang "The Soul Trembles"

Baca juga: Common Grounds hadirkan kolaborasi kreatif dari pameran Agus Suwage

Baca juga: Kritik sosial lewat seni kontemporer di Museum Macan