Museum MACAN pamerkan karya Agus Suwage

Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) memamerkan karya perupa Agus Suwage dengan tajuk "The Theater of Me" sejak Sabtu (4/6) hingga 15 Oktober 2022.

Pameran dikembangkan oleh Museum MACAN dan dikurasi oleh direktur Museum, Aaron Seeto.

Pameran "Agus Suwage: The Theater of Me" adalah upaya besar dari Museum MACAN untuk memastikan bahwa perupa terkemuka Indonesia memiliki kesempatan untuk memamerkan karyanya kepada masyarakat, demikian dikutip dari siaran pers pada Minggu.

Baca juga: Museum MACAN siapkan pameran luring dan program virtual tahun depan

Sejumlah karya penting bersejarah dibuat Agus Suwage pada pertengahan hingga akhir 1990an di Jakarta, ketika ibukota negara (dan Indonesia) pada saat itu sedang menghadapi perubahan politik dan sosial yang masif.

Salah satunya adalah karya Agus Suwage yang berjudul "Maka Lahirlah Angkatan 90-an" merupakan respons terhadap karya S. Sudjojono yang berjudul "Maka Lahirlah Angkatan 66’".

Uniknya, dua karya tersebut memperlihatkan seorang laki-laki yang sedang memegang kaleng cat dan kuas, dan pada karya Agus Suwage tersebut, sang laki-laki kebetulan terlihat memegang kaleng cat Mowilex Emulsion yang berwarna biru.

Baca juga: Museum MACAN bisa "dijelajahi" meski Anda #dirumahaja

Sejumlah persiapan pameran dilakukan oleh Museum MACAN dimulai dari membuat desain pameran hingga pengecatan menggunakan warna-warna cat dari Mowilex pada area pameran Agus Suwage.

Museum MACAN menggunakan empat warna cat Mowilex Emulsion yaitu warna hijau pekat Divided Sky, warna coklat Vintage, warna coklat muda yaitu Misty Morning dan warna putih cemerlang yaitu Putih Prima dengan kode warna (Emulsion VIP E-1000). Warna-warna ini yang menjadi cat pada bidang-bidang museum MACAN lainnya.

"Kami merasa sangat terhormat dapat mendukung keberlangsungan pameran Agus Suwage: The Theatre of Me, sebagai merk cat yang telah diproduksi dari tahun 1970 di Indonesia, kaleng Mowilex yang hadir pada salah satu karya Agus Suwage merupakan sebuah tanda bukti sejarah, bahwa telah selama itu pula Mowilex menjadi bagian dari sejarah pembangunan Indonesia," ujar Anna Yesito Wibowo, Direktur Marketing PT Mowilex Indonesia.

Baca juga: Museum Macan hadirkan pameran "POSE"

Baca juga: Pameran Kembara Biru: Arungi langit, rehat sejenak dari layar digital

Baca juga: Museum Macan hadirkan pameran ruang seni "Kembara Biru"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel