Museum Papua di Jerman Ikut Rayakan Hari Sumpah Pemuda

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Gelnhausen - Museum Papua di Gelnhausen, Jerman, ikut menyelenggarakan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93. Pihak museum berkolaborasi dengan KJRI Frankfurt untuk menampilkan perayaan yang artistik dan atraktif.

Berdasarkan laporan Kemlu, Selasa (2/11/2021), kegiatan kali ini diisi dengan pagelaran seni budaya yang juga disiarkan secara langsung. Sebanyak 20 orang perwakilan organisasi masyarakat dan PPI hadir secara luring di Kaffee Haus-Museum Papua Gelnhausen.

Konsul Jenderal RI- Frankfurt, Acep Somantri menyampaikan apresiasi kepada seluruh PPI dan organisasi masyarakat Indonesia yang yang selama lebih dari 1 tahun terakhir ini telah menunjukkan kontribusi nyata bagi reformasi dan pembangunan nasional melalui berbagai kegiatan.

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat kita semua untuk terus menggaungkan merah putih di Jerman baik dalam bidang seni budaya, ekonomi dan pendidikan.

“KJRI Frankfurt akan terus mendorong dan siap bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat Indonesia di wilayah kerja untuk meningkat citra Indonesia di Jerman," tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pembacaan Sumpah Pemuda

Museum Papua. Dok: Kemlu
Museum Papua. Dok: Kemlu

Acara diisi dengan pembacaan hasil kongres pemuda tahun 1928 oleh Ketua PPI Frada, Julio Lasut.

Selanjutnya, ada performa seni tari tradisional oleh Grup Tari Iramandha Puspa Kencana, Rifda Shifa Nadia, Freunde Indonesien e.V. dan Bhinneka Tunggal Kassel. Penampilan lagu perjuangan juga ditayangkan secara daring, dibawakan oleh Sdri. Gaganawati dan Sdri. Agatha Clarissa.

Museum Papua di Gelnhausen adalah milik seorang Indonesianis, Werner F. Weglein yang sangat cinta akan Indonesia khususnya tanah Papua.

Werner telah puluhan kali berkunjung ke Papua dan mendaki Puncak Jaya Wijaya. Museum Papua terbuka untuk umum dan bisa dikunjungi dengan membuat janji terlebih dahulu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel