Musik harus diwadahi sebagai gerakan di G20

Ketua Komite Pelaksana M20, acara pendamping Presidensi G20 Indonesia, Tantowi Yahya, mengatakan musik harus diwadahi dan diakui sebagai gerakan di G20.

"Kami yakin M20 akan bergulir di G20 berikutnya, tuan rumah berikutnya adalah India yang musiknya berkembang," kata Tantowi di konferensi pers, Jakarta, Selasa.

Tantowi mengatakan pesan-pesan yang diangkat dalam Presidensi G20 dapat disampaikan juga lewat musik, sebuah bahasa universal yang tidak mengenal gender, agama, maupun politik.

Ia mengatakan musik bisa mengamplifikasi isu-isu yang diperjuangkan di Presidensi G20, yakni tentang pentingnya berpindah ke energi terbarukan, transformasi digital, krisis pangan akibat perang Ukraina dan Rusia juga COVID-19.

Baca juga: Orkestra G20: Warisan Indonesia untuk sejarah musik klasik dunia

"Pesan penting dari KTT ini tidak terbatas pada konser ramah lingkungan dan rendah emisi yang mencakup nol plastik dalam agenda-agenda festival dan industri hiburan, tetapi juga mendukung praktik terbaik untuk mendukung tujuan musik dan juga isu iklim", kata Tantowi.

Tantowi Yahya menambahkan bahwa M20 juga fokus pada tujuan SDG (sustainable development goals) serta transformasi digital di industri musik.

"Lebih penting lagi, KTT ini mencakup penyelarasan kebijakan di masa depan industri musik untuk mendukung inklusi digital dan budaya, kesejahteraan musisi, dan pekerja kreatif.

Seluruh komunike pada KTT M20 akan menghasilkan draft final yang akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia dan diserahkan kepada India sebagai negara tuan rumah Presidensi G20 pada tahun 2023," lanjut Tantowi.

Pada KTT tersebut juga akan dilakukan serah terima program M20 ke pihak India.

"Semoga Gerakan M20 yang lahir di Indonesia ini bisa menjadi gerakan yang berdampak dan bermanfaat bagi dunia melalui musik," lanjut Tantowi.

Sementara itu, puncak acara Kepresidenan G20 Indonesia akan digelar di Bali pada pertengahan November 2022.

Di sisi lain, acara M20 Concert akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi papan atas seperti Iwan Fals, Kahitna, Once, Isyana X Deadsquad, Dira Sugandi, Slank.

Puncak acara utama M20 ini mengusung tema "Musik & SDG's: Agen Kuat Perubahan Sosial, Lingkungan dan Ekonomi".

Baca juga: Kala senandung dawai Sasando memukau delegasi Sherpa G20

Baca juga: Bupati promosikan budaya Minahasa Utara dalam W20

Baca juga: Alat musik Sasando diperkenalkan dalam Sherpa G20 di Labuan Bajo