Musikal Horor Ibu, Nuansa Gelap dan Getir di Era Kolonial

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menyaksikan pertunjukan seni secara online telah menjadi opsi banyak orang di tengah pandemi Covid-19. Nonton teater di rumah saja dari Indonesia Kaya kali ini mempersembahkan musikal horor bertajuk Ibu.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Liputan6.com, musikal horor ini akan ditayangkan selama tiga hari. Pertama, pada Kamis, 4 November 2021 pukul 19.00 WIB, berlanjut Jumat, 5 November 2021, dan Sabtu, 6 November 2021 pukul 19.00 WIB atau 20.30 WIB di indonesiakaya.com.

Program Director Indonesia Kaya Renitasari Adrian menyebut pihaknya menyadari pandemi tak kunjung usai yang membuat penikmat seni rindu ragam hiburan dan sajian. Berangkat dari itu, pihaknya terdorong menyuguhkan sajian yang berbeda dari sebelumnya.

"Semoga selain dapat diterima dengan baik oleh para penikmat seni, kami harap, sajian ini juga dapat mendorong para pelaku seni untuk terus berkarya dan berinovasi dalam menghasilkan pertunjukan-pertunjukan virtual yang menarik dan berbeda seperti musikal horor IBU ini," kata Renita.

Musikal horor Ibu berkisah mengenai Atikah, perempuan yang ditinggal ibunya satu detik setelah melahirkannya. Hal ini yang membuat hubungan Atikah dan ayahnya Pieter begitu berjarak.

Atikah hanya memiliki Bibi yang merawatnya dan Soma, anak Bibi yang mencintai dan dicintai oleh Atikah. Lalu, hadir Surya, seorang yang menyelamatkan perkebunan Tuan Pieter, namun mengambil alih perkebunan termasuk ingin memiliki Atikah.

"IBU akan membawa penikmat seni ke wilayah Jawa Barat pada era kolonial Belanda. Nuansa dingin dan berkabut akan selalu terasa dalam gambar walaupun akan juga diselingi dengan beberapa bagian yang cerah untuk memberikan sedikit kontras," kata Aditya Purwa Putra selaku sutradara musikal horor IBU.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kesan Musikal

Musikal Horor
Musikal Horor

Aditya melanjutkan, dalam pemilihan warna, pihaknya ingin mencipta kesan romantis, namun dingin, nuansa "tua" dan perasaan kosong seperti lamunan yang terus menerus. Pihaknya tidak ingin yang melihat merasa sekadar takut, namun lebih pada perasaan gelisah, tidak tenang, dan cemas.

Musikal ini diproduseri oleh Aditya Purwa Putra dan juga Ammir Gita bersama Andrea Miranda dan Titien Wattimena yang keduanya juga berperan sebagai produser eksekutif bersama Bayu Pontiagust. Ide cerita dicetuskan oleh IMP Creative dan naskah ditulis oleh Titien Wattimena.

Musikal ini disemarakkan dengan seni peran dari Andrea Miranda sebagai Atikah, Morgan Oey sebagai Surya, Nino Prabowo sebagai Soma, Sita Nursanti sebagai Bibi, dan Chandra Satria sebagai Pieter. Pertunjukan turut melibatkan Aditya Purwa Putra sebagai sutradara serta Rusmedia Agus sebagai co sutradara, Yunus Pasolang, I.C.S sebagai sinematografer, Ricardo Marpaung sebagai penata artistik, Andhy Pulung sebagai video editor, Ammir Gita sebagai penata musik, Ursula S. Gayatri sebagai penata kostum dan Aktris Handrajasa sebagai makeup artist.

Musik hingga Tiket

Musikal Horor
Musikal Horor

Penata musik musikal Ibu, Ammir Gita menjelaskan warna musik di musikal ini cenderung romantis namun ada sentuhan gelap dan getir. Adapun referensi musik klasik Eropa dipadu musik tradisional Jawa Barat melahirkan warna baru.

"Nada-nada modern yang mengandung unsur etnis dengan moda pentatonis menjadi dasar dari penulisan lagu-lagu yang ditulis secara tematik sehingga mudah diingat. Beberapa suara efek dan frekuensi tertentu pun akan digunakan untuk membangun suasana yang gelap, dingin dan membuat perasaan tidak nyaman," tambah Ammir.

Sementara, harga tiket musikal horor Ibu dibanderol Rp99.900 (termasuk meet and greet via Zoom) pada Kamis 4 November 2021 pukul 19.00--20.00 WIB. Sedangkan, pada 5--6 November 2021 pukul 19.00--20.00 WIB atau 20.30--21.30 WIB tiket dijual seharga Rp66.600.

Infografis Wayang Potehi

Wayang Potehi menjadi salah satu warusan seni budaya Tionghoa - Jawa
Wayang Potehi menjadi salah satu warusan seni budaya Tionghoa - Jawa
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel